Sabtu, 16 Juli 2016

There's Always Hope


Hidup ini pasti punya tujuan. Mau dibawa diri anda nantinya, mau dikemanain diri anda nantinya, mau kayak gimana anda nantinya, mau jadi apa anda nantinya, dan sebagainya. Untuk meraih tujuan itu ada yang namanya proses atau perjalanan. Perjalanan dalam menggapai tujuan tersebut. Dalam perjalanan-pun kita mengenal kata “berharap”. Berharap semoga kita bisa mencapai tujuan kita.

Misal ketika SD, ketika selesai Ujian Nasional (UN) kita berharap bisa keterima di SMP favorit. Begitupun ketika SMP, selesai UN kita berharap bisa keterima di SMA favorit. SMA juga sama, ketika lulus kita berharap bisa keterima di Perguruan Tinggi yang kita inginkan. Dalam mengikuti lomba juga sama, kadang kita berharap bisa keluar jadi juara dan pulang membawa hadiah. Dalam membuat karya, kadang kita berharap karya kita mendapat pujian, bukan kritikan yang dalam. Atau bahkan kita juga berharap ‘dia’ jadi jodoh kita. Who know?

Percaya atau nggak, hidup kita penuh harapan. Dari kecil sampe sekarang, sudah berapa kali kita berharap? Sudah berapa harapan yang terwujud dan sudah berapa harapan yang palsu *lho. Berharap sah-sah saja, tidak ada yang salah dari berharap. Tapi, terkadang kadar kita berharap tidak sesuai sehingga menimbulkan kekecewaan. Berharap yang berlebihan itu menimbulkan kekecewaan.

Tapi, bukan berarti saya melarang kita untuk berharap. Tidak sama sekali. Di saat hati ini gundah, galau, dan putus asa, disitu fungsi harapan datang. Terkadang ketika diri ini berada dalam keadaan paling buruk, kita berpikir tidak jernih, pikiran kita putus asa.

“Ah rasanya gak mungkin saya bisa promosi ke jabatan yang lebih tinggi.” atau “ah, mustahil saya bisa masuk ke perguruan tinggi favorit saya.” ataupun segala kata-kata yang justru semakin menjatuhkan.

Di saat diri ini sudah jatuh, maka harapanpun sirna di depan mata. No hope again, begitulah sebutan kerennya. Padahal, There is always hope for us, selalu ada harapan buat para manusia. Yah, harapan itu selalu ada, jadi tak perlu putus asa. Allah selalu memberikan jalan keluar bagi hambanya yang kesulitan, sekarang bagaimana kita berharap padanya, memohon padanya agar pintu jalan keluar itu segera terbuka.

Mungkin satu hal yang bisa membuat harapan itu sirna adalah berharap ke sesama manusia. Yah, berharap ke sesama manusia memang mengecewakan terkadang. Satu-satunya yang tidak mengecewakan adalah berharap kepada sang pencipta, pada dirinya harapan selalu ada.

Pada akhirnya, jangan pernah berhenti berharap. Harapan itu selalu ada buat para manusia atau bahkan selalu ada untuk para makhluk hidup ciptaan Allah. 

Categories:

Jumat, 20 Mei 2016

2 : Patung Emas Kebanggaan


Patung emas itu tegak, berdiri dengan gagah di sebuah jalan. Seorang lelaki dengan pakaian begitu rapi, sedang memegang tongkat kayu dengan kedua tangannya, mengenakan topi kebanggaan militer, dia tegak berdiri setinggi 4 meter kurang lebih. Aku menatap patung itu, duduk di sebuah kursi kayu yang disediakan di pinggir jalan. Aku memandangi patung itu berjam-jam, entah mengapa. Di belakang patung itu ada sebuah bangunan putih bersih, ada 3 lantai, memiliki halaman yang luas dengan padang rumput hijau mekar disana. Ada puluhan manusia bersenjata di sekitar tempat itu, ada anjing yang terlihat mengerikan dengan taring mereka yang siap menyikat para penjahat.

“Sector” seorang lelaki berkacamata mengucapkan hal itu. Ryan namanya, dia  adalah temanku. Seorang kutu buku.

“Ada apa dengan Sector?” tanyaku.

“Mereka adalah lembaga hebat, penjaga kedamaian di seluruh penjuru dunia” kata Ryan sambil mengetik sesuatu di notebook yang ia pangku di pahanya.

Aku memandangi gedung itu, sebuah tiang menancap di halaman gedung itu. Tiang dengan bendera bewarna biru dan di tengahnya ada peta dunia bewarna putih. Bendera itu berkibar, mengepakkan untaian benang yang telah bersatu.

“Aku gak peduli sebenarnya” ucapku cuek.

“Susah lho masuk Sector. Kabarnya seleksi mereka hanyalah kamuflase, sebenarnya mereka merekrut orang-orang spesial” jarinya tak berhenti dari keyboard.

“Aku juga tak ingin masuk Sector” kataku.

“Lalu kenapa kau memilih tempat ini?” tanya Ryan, dia tak menoleh sedikitpun ketika berbicara.

Aku terdiam. Aku hanya teringat akan perkataan Lisa, tentang tujuan. “ini tempat yang bagus untuk menentukan tujuan hidup” kataku.

“Mengejutkan” katanya sambil terus mengetuk keyboard. “Sejak kapan kau mulai memikirkan tujuan hidup?”

“Aku juga tak tau. Ini muncul dengan alami” kataku. Ini karena Lisa yang berbicara tentang tujuan hidup. “Menurutku gak terlalu penting, tapi……”

“Tapi kau terus kepikiran. Hanya masalah waktu sampai kau melupakannya” katanya dengan santai. Dia menutup notebooknya dan memasukkannya ke dalam tas cokelat yang ia bawa. “De Latte Morgan” katanya sambil melihatku melalui kacamata hitam besarnya.

“Siapa itu?” tanyaku.

“Patung yang kau lihat, itu namanya. Seorang penyelesai perang dan pertumpahan darah. Pencetus Sector, dia sudah meninggal”

Patung itu tampak gagah. Tapi aku lebih memilih untuk meninggalkannya sejenak, berhenti menatap patung itu, berdiri dari bangku kayu. Berjalan menuju rumah untuk istirahat sebelum memulai kelas besok. Hari yang melelahkan. Ryan menggendong tasnya, dia tampak keberatan dengan beban yang ia bawa, hamper terjatuh. Aku hanya tertawa melihat bebannya yang begitu berat, tidak seimbang dengan badannya yang kurus.

De Latte Morgan. Pencetus Sector. Nama itu menggaung di telingaku. Beberapa menit lalu, tujuan yang menggaung di pikiran, kini ada De Latte Morgan.

***

Aku mengaduk sup ayam itu dengan sendok alumunium yang kupegang. Duduk di kursi kayu sambil menonton berita di TV. Sebuah talkshow, kabarnya akan menghadirkan seseorang yang sangat berpengaruh dalam kedamaian dunia. Baru-baru ini, dunia baru tersentak ketika tingkat kejahatan terus meningkat tiap harinya. Badan perlindungan dunia alias SECTOR terus berbenah dan menumpas kejahatan itu.

Si presenter di TV itu membuka acara dengan ramah, tak berapa lama kemudian tepuk tangan terdengar dari TV. Lampu sorot menyinari satu sosok pria tua, badannya besar, kepalanya memakai slayer bermotif gelombang. Kumis dan jenggotnya meranggas putih. Jas hitam dengan dasi merah serta celana hitam membuatnya tampak begitu gagah dan pemberani sekaligus mengerikan.

“Selamat datang Pak Henry Harogan” begitu kata si presenter sambil menyalami tangan pria tua itu. Pria tua itu membalas salamnya, menggenggam tangan si presenter dengan keras sehingga si presenter sempat bermimik kesakitan.

Henry Harogan, salah satu petinggi Sector. Komandan dari Sector 1, Sector yang dianggap paling vital, paling dikagumi. Setiap orang yang mendaftar Sector selalu berusaha untuk meraih posisi di Sector 1. Seketika TV dimatikan.

Bibi melihatku bengong, tampangnya keheranan. Dia memegang remote TV itu. “habiskan makananmu, sepertinya kau tidak fokus dengan makanan itu” ucapnya. “Apa yang kau pikirkan?” tanyanya.

“Tidak ada” ucapku sambil melanjutkan mengaduk sup itu. “Ini sedikit panas, aku ingin menunggunya dingin”

“Bukankah sup enak jika dimakan ketika hangat” katanya sambil melap kedua tangannya dengan sebuah kain tebal. Aku hanya terdiam mendengar perkataannya. Tak menjawab, menyendok sedikit demi sedikit sup ayam itu.

“Bagimana kuliahmu?” tanyanya.

“Baik” kataku. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan”

“Kau yakin?” tanyanya. Aku hanya mengangguk karena sedang menelan sup ayam itu. Dia hanya tersenyum, sepertinya tidak ada masalah. Mungkin raut wajahku yang membuat dia ragu dengan semua jawabanku.

Aku kembali ke kamar setelah menghabiskan sup itu. Duduk di meja belajar dengan lampu neon putih yang menyala terang. Notebook masih menyala terang, menunjukkan berita-berita terkini. Kebanyakan beritanya tentang tingkat kejahatan dan keadaan dunia. Sector ada di trending topic. Aku hanya mengusap wajahku, ngantuk terus berderu di wajah dan tubuh ini. Masih ada tumpukan tugas yang harus aku kerjakan.

Sebelum aku mengerjakan tugas, sebuah e-mail baru masuk. Tak tau dari siapa, unknown, begitulah tulisannya.

aku tidak tau siapa kau, tidak tau dimana kau, tapi kami ada di saat kau membutuhkan. Di saat kau kebingungan, dan pusing untuk mencari tujuan hidup. Kami memiliki penyelesaian dari permasalahan itu. Permasalahan yang kau miliki, tujuan hidup”

Kami? Penyelesaian? Masalah yang aku miliki? Lebih baik aku tutup email itu, kuhapus dan kulupakan selamanya. Tapi, itu terbawa hingga tidur, atau bahkan besok paginya ketika aku bangun. Siapapun dia, siapapun yang mengirim pesan itu, dia seolah dekat denganku. Tau permasalahanku. Sayangnya, aku lebih memilih untuk melupakan.

Walapun, aku belum tau tujuan hidupku. Itu permasalahan pribadi. Tapi sudah diketahui oleh seseorang bernama unknown.

Keesokan harinya, ketika jam kuliah datang. Ada sebuah e-mail baru masuk. Dari orang yang sama, unknown.


“Apakah kau ingin menjadi patung emas kebanggaan? De Latte Morgan?”

Categories:

Sabtu, 14 Mei 2016

Orang Paling Beruntung? Anda!


Pernahkan anda berpikir bahwa hidup anda begitu sial dan tidak beruntung? Penuh lika-liku mengerikan dan menyebalkan? Sebagian besar hidup anda atau lebih dari 50% hidup anda diisi dengan hal mengerikan yang berujung kesialan. Apakah hidup anda seperti itu?

            Gara-gara si ini gue jadi kayak gini……….

            Gara-gara kemaren gue ngelakuin itu jadinya kayak gini………..

            Coba gue ngelakuin itu tadi, pasti gak kayak gini hasilnya…………

            Sial banget gue hari ini!

Mungkin dari kalimat diatas anda pernah mengucapkannya. Itu adalah sebuah keluhan, sebuah gertakan untuk diri sendiri. Setiap manusia pasti pernah mengeluh, pasti anda pernah mengeluh. Mengeluh adalah hal yang wajar, itu adalah proses belajar dari tiap manusia. Dari keluhan, kita sebagai manusia bisa mengerti bahwa mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya saja, sedikit dari kita yang sadar dan berhenti dari mengeluh. Ada juga yang sadar bahwa mengeluh tidak menyembuhkan masalah tapi tetap saja mengeluh.

Kalo hidup kita sial dan menyebalkan, kita mengeluh. Kalau kita dimarahi dan disalahkan, kita mengeluh. Kalo kita menerima banyak hal negatif dari luar, lalu ada kejadian buruk menimpa, kita mengeluh. Sepertinya tiap detik hidup ini kita habiskan dengan mengeluh. Terkadang anda men-judge diri anda sebagai orang yang sial dan gak ada beruntungnya.
            Padahal,

Anda adalah orang paling beruntung di dunia ini. Anda adalah orang paling bahagia dan menyenangkan di dunia ini. Hanya saja, sedikit yang menyadari bahwa anda semua adalah orang paling beruntung di dunia ini, kebanyakan dari kita justru mengira bahwa kita adalah orang yang sial. Kenapa?

Banyak Ngeluh dibanding Besyukur

Salah satu hal yang membuat kita menjadi orang yang sial adalah karena mengeluh. Mengeluh itu penyakit, penyakit buat hati dan pikiran. Mengeluh tidak menyelesaikan masalah, mengeluh hanya menambah beban hati dan pikiran. Apalagi, kalau keluhan kita justru mengkambing hitamkan orang lain, wah itu lebih parah. Mengeluh itu  menghalangi rasa syukur.

Keberuntungan itu datang dari rasa syukur kita. Musibah yang kita alami bukan untuk dikeluhkan, melainkan untuk disyukuri. Lho, kok disyukuri? Ya, karena dari musibah itu kita bisa belajar banyak, itu adalah pelajaran. Cuman, sering dari kita menganggap musibah sebagai kesialan dan keluhan sebagai solusi. Alhasil, hanya kesialan yang berkelanjutan yang ada. Padahal, alangkah baiknya sebuah musibah disyukuri, karena rasa syukur akan menghasilkan ketenangan hati dan pikiran. Inilah yang membuat hidup kita berasa lebih enteng dan beruntung.

Banyak Ngedumel dibanding Bersabar
            
Habis dapet musibah sering kita ngedumel dalam hati. Ngomongin ini itu, dan kebanyakan omongan yang negatif dan tak bermanfaat. Alhasil, hati bukan semakin enteng justru semakin terbebani. Rasa kesal semakin menumpuk dan pikiran menjadi kotor. Kebanyakan kita, kalau mendapat musibah bukan sabar solusinya, tapi ngedumel dulu. Kalau ada janji sama temen, eh tiba-tiba temen batalin janjinya kita kesel dan ngedumel dalem hati. Kalau kita dimarahi sama orang yang lebih tua, kita ngedumel dalem hati sambil mikir yang aneh-aneh.
           
Lalu bagaimana solusinya? Sabar adalah solusinya. Kejadian buruk itu bukan untuk disesali dalam-dalam, tapi cukup disesali di permukaan. Bersabar adalah kunci hidup yang jauh lebih baik, kalau ada musibah ya bersabar aja. Bersabar bukan berarti kalah, bukan berarti menyerah. Bersabar tanda bahwa kita adalah orang kuat. Bersabar itu meringankan beban pikiran dan menjernihkan hati. Bersabar merupakan jalan menuju hidup lebih beruntung.
Banyak Mikir Negatif dibanding Positif.

       ”eh si itu masa kayak gini……”

            “dia kan orangnya kayak gitu……”
           
Berapa banyak waktu kita untuk membicarakan orang lain? Kalau bicarain sisi positif gak masalah, tapi kalau negatif? Berapa banyak kita mengkambing hitamkan orang lain? Kalau ada apa-apa kita menyalahkan orang lain. Lempar batu sembunyi tangan. Hidup kita penuh dengan pikiran negatif dan buruk. Kalau ada musibah kita mikirnya ini gara-gara si itu, gara-gara si ini, jarang kita berasumsi bahwa musibah itu adalah karena kesalahan kita. Dan itu adalah balasannya.
            
Berpikir negatif dapat mengkerdilkan otak, merusak tatanan pemikiran kita dan sistem saraf. Berpikir negatif mempercepat penuaan dan menambah beban pikiran. Negatif harus dilawan dengan berpikir positif, kenapa? Karena berpikir positif membuat pikiran kita lebih bahagia dan terbuka. Positif memberikan dampak segar, sedangkan negatif memberikan dampak mengerikan. Orang yang sering berpikiran negatif cenderung lebih rusak dibanding yang berpikiran positif.

Simpulan

Setiap manusia adalah makhluk beruntung. Tidak ada satupun yang sial. Hanya saja penyakit hati seperti mengeluh, ngedumel, dan negative thinking membuat keberuntungan itu tertutup dan tergantikan oleh kesialan. Pastikan anda bebas dari tiga penyakit itu.

            Ganti mengeluh dengan bersyukur.

            Ganti ngedumel dengan bersabar.

            Ganti pikiran negatif dengan positif.


Satu hal yang pasti, ketika anda bangun di pagi hari, anda adalah orang paling beruntung di dunia ini. Jangan rusak keberuntungan anda dengan hal-hal buruk dan penyakit hati. Pastikan diri anda bersih dari itu.

Categories:

Rabu, 11 Mei 2016

1 : Era Kebimbangan



            100 tahun lalu, sebuah perang besar terjadi di semua penjuru dunia. Menyebabkan jutaan nyawa melayang, jutaan orang kehilangan orang yang mereka sayangi. Tempat tinggal, gedung-gedung bertingkat yang dulu berdiri kokoh dan tegap tersapu bersih oleh lemparan-lemparan kerucut besi dari langit. Kerucut besi itu menghancurkan semuanya, menyebabkan permukaan tanah bewarna kecokelatan menjadi kemerahan. Puluhan mesin terbang bersenjata selalu lalu lalang tiap harinya, tak mengenal waktu dan tak pandang bulu dalam mengeluarkan muatan perkasanya. Puluhan kendaraan berantai besi datang, sebuah tiang horizontal melekat di kendaraan itu. Seringkali tongkat itu mengeluarkan sesuatu, disertai dentuman keras yang membengkakkan telinga.

            Itu dulu, 100 tahun lalu. Sejarah itu dikenal dengan nama REVOLUSI DUNIA. Setelah kejadian itu, populasi manusia menurun drastic, dari 4 milyar orang menjadi 100 juta orang. Sebuah penurunan yang drastis. Setelah pertumpahan darah yang berlangsung cukup lama, para manusia tersisa sepakat untuk menghentikan perperangan, gencatan senjata dilemparkan oleh semua pihak yang berperang. Sudah banyak kehilangan yang umat manusia alami, sebuah kertas perjanjian digelar didepan jutaan orang. Sebuah tinta hitam dicoretkan di selembar kertas itu, sebuah pakta perjanjian bahwa perperangan akan dihentikan untuk selamanya.

            Saat itu, dunia dalam kedamaian, kami para manusia memulai kehidupan baru yang lebih tenang dan damai. Tidak ada rudal, tidak ada kendaraan besi berantai, tidak ada mesin terbang bersenjata lagi. Kami bisa tidur dengan tenang tanpa peduli sebuah serangan yang menyerang, kami bisa berjalan-jalan dengan tenang tanpa peduli apakah akan ada peluru besi menyayat kami. Saat itu, kami berada dalam harmoni dan keindahan. Sebuah era baru.

            Tapi, itu tidak berlangsung lama. Ternyata pakta perjanjian itu tidak ditandatangani oleh semua pihak, masih ada pihak yang berselisih dengan kedamaian, mereka yang gila kekuasaan dan menginginkan tahta dan harta dunia. Pemberontakanpun terjadi dimana-mana, Pemerintah Dunia sebagai penjaga kedamaian tidak punya pilihan selain berperang. Untuk alasan tertentu, akhirnya Pemerintah mendirikan sebuah organisasi yang berfungsi meratakan pemberontakan dan menghapuskannya dari dunia ini.

            Nama organisasi itu adalah “SEKTOR”. Sebuah organisasi penjaga kedamaian. Sejak berdirinya organisasi tersebut, angka pemberontakan bisa dikatakan menurun, namun tidak menghentikan pemberontakan secara sempurna. Secara tak langsung, masyrakat bisa hidup damai, tapi tak sepenuhnya damai. Masyarakat bisa hidup tenang, tapi tak sepenuhnya tenang. Kini dimulai era baru, mereka menamainya “ERA KEBIMBANGAN”.

-----------------------------------------------

            “Zaki! Zaki! Zaki!” kali ini aku mendengar ketukan keras di pintu kamarku. Ada sekitar 4 kali ketukan keras di pintu kayu itu, dan juga panggilan-panggilan keras. Aku tau bahwa itu adalah bibi-ku, Bibi Helena namanya. Aku sedang mengerjakan tugas kuliah saat itu, tapi akibat panggilan itu, aku berdiri dari kursi dan membukakan pintu, sesosok wanita berumur 46 tahun muncul dari balik pintu itu, dia mengenakan kerudung putih dan juga sebuah seragam bermotif batik awan.

            “Ada apa bi?” tanyaku.

            “Bibi mau berangkat kerja, sarapan ada di bawah tudung saji, jangan lupa kunci pintu ya pas kamu mau berangkat” ucapnya dengan ramah dan terburu-buru.

            “Oke bi” kataku singkat. Dia langsung berpaling, pergi membawa tas jinjingnya yang bewarna hitam dan segera keluar dari pintu depan. Ini ceritaku, Zaki Ramadhan, itulah namaku, seorang lelaki berumur 19 tahun. Setelah kedua orang tuaku tiada 10 tahun lalu, aku dirawat oleh bibi dan pamanku. Hanya saja, pamanku adalah orang penting yang selalu berpergian keluar kota dan lintas negara sehingga dia sangat jarang dirumah, alhasil aku hanya tinggal dengan bibiku secara tak langsung. Bibiku adalah seorang pegawai negeri, dia bekerja di bagian administrasi, ketika pulang dia selalu membawa makanan dan juga selalu mengerjakan pekerjaan kantornya yang belum selesai, memang sibuk.

            Aku sendiri adalah seorang mahasiswa, semester 4 di jurusan komunikasi. Tidak ada kolerasi sebenarnya antara aku dengan jurusan itu, tapi itu bukan hal yang kupedulikan. Jam sudah menunjuk di angka tujuh, dengan matahari bersinar terang aku segera menyelesaikan tugas kuliah yang akan dikumpulkan nanti. Setelah berkutat dengan tugas, aku segera mandi, lalu makan dan segera berangkat kuliah dengan motor matic bewarna merah.

            Sebuah gedung tinggi dengan pohon rindang disekeliling gedung itu, itu adalah gedung kuliahku, tempat tersejuk sekaligus paling menakutkan yang pernah aku kunjungi. Aku masuk ke dalam gedung itu, sebuah lobby dengan keramik putih menyambutku, puluhan mahasiswa sudah duduk di sudut-sudut lobby ini dengan laptop dan juga buku di sekitar mereka. Suasana yang memuakkan, melihat ini setiap hari membuatku merasa rishi apakah aku benar anak kuliah atau bukan.

            “Zaki………” suara lembut memanggilku, kurasa itu perempuan. Aku melihat dikejauhan ada yang datang menghampiri sambil melambaikan tangan, seolah aku baru turun dari pesawat da nada keluarga yang datang menyambutku. Seorang perempuan berkerudung biru dengan jaket tipis bewarna krem serta rok hitam datang menghampiriku.

            “Lisa ternyata” kataku ketika ia mendekat. Itulah namanya, temanku sejak SMP, dan kebetulan kami berada di jurusan yang sama. Dia datang menghampiriku dengan senyuman yang khas, dia memang selalu tersenyum dan aku sangat jarang melihatnya menangis.

            “tumben datang pagi” katanya sambil menunjukkan jam yang jarumnya mengarah ke angka 7 dan 6, atau itu berarti 07.30. “Apakah ada sesuatu yang membuatmu datang cepat?” tanyanya. Itu pertanyaan menyinggung sebenarnya.

        “Bukan karena itu” ucapku dengan nada datar. Aku mendapat gelar buruk disini, melihat perilaku-ku yang sering telat menjadikan orang-orang memberiku gelar ‘tukang telat’. Tapi, itu tak terlalu menggangguku sebenarnya. “Apakah kamu lagi gak ada kerjaan, Lisa?” tanyaku. “Kau-kan orang yang sibuk, bukankah begitu anak BEM?” lanjutku.

            “Sedang tidak ada kerjaan” dia menjawab dengan tersenyum, padahal itu pertanyaan untuk menyinggung aktivitasnya yang begitu padat. “Lebih baik kita masuk kelas, supaya tidak kehabisan bangku di bagian depan” katanya dengan tenang dan berjalan menuju tangga naik.

          “Kursi depan? Siapa yang mau duduk depan?” kataku, tapi aku mengikuti langkahnya.

        Kami masuk kedalam sebuah ruangan berukuran 6x7 meter, begitu kami masuk, kami disambut oleh sebuah meja kayu besar bewarna cokelat muda dengan serat-serat kayu yang begitu tampak jelas. Di dekat meja ada sebuah papan tulis putih menempel di dinding. Sementara di depan meja besar itu ada sebuah meja-meja kecil yang menyatu dengan kursi hitam. Lisa langsung meletakkan tasnya di meja paling depan, tepat di depan meja besar dan dengan tenang ia duduk disitu. Sementara aku, sudah pasti, meja paling belakang dan paling jauh dari meja besar itu adalah pilihanku.

            Aku berjalan ke meja paling belakang, meletakkan tas yang sangat ringan ini disana dan duduk lalu meletakkan kepalaku di atas tas itu, seperti bantal. Aku sadar bahwa Lisa sedang melirikku, bukan karena rasa cinta atau suka, melainkan karena kelakuanku yang dia anggap sangat aneh dan tidak wajar di dunianya.

            “buat apa kamu kuliah?” tanyanya dari jauh.

            Aku mengangkat kepalaku, kulihat dia membuka sebuah buku dan membolak-balikkan beberapa lembar berkali-kali. “buat absen” kataku polos, aku meletakkan kepalaku lagi di atas tas tipis itu.

            “apakah gak ada tujuan lain?” tanyanya sebelum aku meletakkan kepalaku kembali ke sebuah bantal tipis bernama tas.

            Aku terdiam, dia terus menatapku dengan pandangan menunggu sebuah jawaban. Aku memandangnya juga, tapi bukan wajahnya, melainkan aku memandang sebuah papan tulis putih di belakangnya. Suasana menjadi sunyi, sangat sunyi. Suara ribut diluar ruangan, suara langkah kaki yang daritadi melangkah mondar-mandir, kini hilang ditelan pertanyaan itu.

            “apa kamu punya tujuan lain selain absen?” dia mengulangi pertanyaan lagi.

            Aku hanya menggeleng kecil. “entahlah” jawabku singkat. Ini sebuah pertanyaan sulit untukku, entah mengapa, aku jadi memikirkan hal ini berulang dan  berkali-kali. Sebuah tujuan? Belum terpikir di benakku, biasanya aku tak memikirkannya karena kurasa tak begitu penting. Tapi, lontaran dari Lisa membuatku berpikir tentang tujuan.

            “lalu, bagaimana kau bisa tahan kuliah hanya karena ingin absen?” tanyanya.
            “karena ini perintah orang tua” jawabku pelan. “jika orang tuaku tak menyuruh aku lebih memilih untuk tak kuliah dan bekerja” ucapku enteng.

            “tapi kau sekarang kuliah” katanya.

            “iya” balasku singkat.

            “harusnya kau memiliki tujuan lain yang lebih kuat selain orang tua dan …………”

            “sudah!” ucapku dengan nada keras. “aku mengerti, aku mau tidur” ucapku sambil meletakkan kepalaku di atas tasku. Renteran ucapannya berhenti, kini hanya ada suara angin yang mengetuk jendela dan lembaran buku yang dibolak-balik. Detik ini, aku mulai memikirkan tujuan hidupku, untuk apa? Rasanya aku tak punya alasan yang begitu kuat untuk kuliah. Aku jadi teringat ketika teman-temanku berkata ingin jadi ini dan itu, sedangkan aku tak mengucapkan apapun.

            Saat itu, aku mulai memikirkan tujuanku. Tapi, di satu sisi, aku berusaha melupakan apa yang telah diucapkan oleh Lisa. Aku tak ingin terbawa oleh suasana mengesalkan, sebuah pertanyaan konyol yang tak perlu kupikirkan.

            Tapi……

            Aku terus memikirkannya…..


            Suatu hal pemberat yang bernama tujuan.

Categories:

Jumat, 15 April 2016

3 TANTANGAN JOMBLO part 1



“Diantara orang-orang baik selau ada orang yang jahat. Begitupula dengan, diantara orang-orang yang berpasangan pasti ada yang jomblo” (anonim)

Dalam sebuah survey dibuktikan bahwa jumlah wanita 4 kali lebih banyak dibanding jumlah pria saat ini. Itu artinya, akan terlahir para jomblo baru mengingat jumlah pria dan wanita yang tak seimbang. Itu artinya, kemungkinan pria selingkuh-pun semakin besar, mengingat semakin banyak pilihan di dunia ini (lho). Tapi walaupun berdasarkan survey begitu, pada kenyataannya tetap saja ada lelaki yang jomblo, bahkan banyak. But, isn’t problem.

Saat ini, dunia sedang menghadapi permasalah besar, apa itu? Perubahan iklim *oke skip aja. Begitupun juga dengan bangsa kita, Indonesia, sedang menghadapi keadaan ekonomi yang sulit, dan masih ada setumpuk masalah lain yang harus diselesaikan. Tentu saja, kita harus jadi bagian dari penyelesaian masalah, jangan jadi bagian yang menambah masalah. BEGITUPUN JUGA dengan para JOMBLO! Kita (maksud saya ANDA) juga dihadapi dengan permasalahan besar. Setidaknya ada 6 permasalah besar yang dihadapi seorang jomblo. Apa saja :


1. Malam Minggu Ngenes




Malam minggu adalah waktu yang pas untuk jalan-jalan. Baik itu sekedar nyari makan biasa ke tukang nasi goreng depan rumah, atau jalan-jalan ke mall-mall yang butuh kocek lebih besar. Tapi buat para Jomblo, jalan-jalan di malam minggu adalah ‘penderitaan’. Apalagi kalau jalan ke mall-mall, maka penderitaan bertambah.

Jika anda yang jomblo *pasti jomblo berjalan-jalan di malam minggu, maka anda akan menjadi JOMBLO di antara COUPLE. Anda adalah orang paling ngenes di antara yang lain. Maka dari itu, tak banyak jomblo yang memilih berdiam di tempat tinggalnya masing-masing atau berdoa semoga hujan datang agar para couple tidak bisa berkeliaran menghantui para jomblo.

Tapi jangan khawatir buat anda yang (pasti) jomblo tak perlu repot dengan permasalahan ini. Solusinya, anda bisa berdiam di tempat tinggal anda jika tak ingin menderita, atau anda bisa hangout bareng temen, buat anda yang gamers lebih baik main game aja karena lebih menyenangkan, buat anda yang bukan gamers mungkin anda bisa nonton film di laptop anda yang udah anda beli/download di internet. Silahkan dicoba.

2. NO MORNING, NO EVENING!



“Selamat pagi sayang” atau “Selamat tidur sayang”, JANGAN HARAP ada yang mengucapkan itu ke anda kalau anda jomblo (walaupun saya yakin anda adalah jomblo saat ini). Itu adalah kata-kata yang sering diucapkan oleh para couple. Dulu saya punya temen yang pacaran, isi chatnya kebanyakan begitu, mengucapkan “selamat pagi”, “selamat tidur” dan “lagi ngapain?”. Buat para jomblo, ucapan seperti itu sangat sangat sangat sulit untuk didapat. Jika di tiap game ada tingkat kesulitan (Difficult) maka tingkat kesulitan seorang jomblo meraih perkataan itu adalah : EXPERT. Atau bahkan lebih dari itu.

Solusinya, pasang notif atau alarm yang isi note-nya adalah “Selamat pagi sayang” atau “Selamat malam sayang”, oke mungkin yang ini ngenes banget. Atau jika anda bergabung dalam suatu grup (baik itu di sosmed, line, wa dll) anda bisa minta di grup itu untuk diucapkan kata-kata seperti itu (yang ini lebih ngenes). Atau, jika anda lelaki yang sangat sejati anda bisa minta personal ke orang lain (yang ini jomblo nekat), tapi saya tidak menyarankan yang ini. Silahkan dicoba.

3. Kalau jalan Terlihat Ngenes



Jika anda bosan, pasti bawaannya pengen jalan-jalan. Jika anda couple maka jalan-jalan adalah hal yang lumrah dan biasa dan gak ada masalah. Jika anda jomblo, jalan-jalan adalah hal yang biasa, cuman seringkali para jomblo terlihat paling ngenes diantara para couple. Ketika anda ke tempat makan terus bagian barat, utara, timur, dan selatan anda adalah para couple yang sedang mesra makan bareng, sementara anda adalah JOMBLO yang sendirian (betapa ngenesnya anda).

Kalau ke bioskop, di sekeliling anda adalah para couple yang nonton bareng, sementara anda sendirian? Oke, saya mengalami ini dan percayalah, mengerikan sekali, anda seperti tikus di antara para macan. Mungkin para macan akan berkata “ada buruan enak, tapi gak enak makannya, dia cuman tikus kecil”. Mengerikan sekali bukan?

Solusinya, kalau jalan, ajak teman-teman anda, kalau bisa yang punya status sama, yaitu JOMBLO. Karena bersama itu lebih baik dan lebih kuat. Atau lebih baik anda tidak keluar sama sekali karena terlalu sakit melihat kenyataan atau terlalu mengerikan menjadi tikus di antara macan. Silahkan di coba.


Pada akhirnya, jomblo memiliki masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi. Tapi setiap permasalahan mempunyai solusi. Buat anda yang jomblo (pasti jomblo) tak perlu takut dengan tantangan yang ada, karena anda bukan satu-satunya jomblo, masih banyak jomblo lainnya di dunia ini seperti saya *eh. Maksud saya, masih banyak jomblo di dunia ini. Bergabung bersama mereka, akan menjadikan anda lebih kuat. Selamat pagi! Selamat bekerja keras! Hidup Jomblo!

Categories:

Minggu, 10 April 2016

BALANCE WORLD


Suatu hari saya sedang berjalan, tak lama kemudian ada motor melaju kencang disamping saya. Selang beberapa detik, pengendara motor itu me-rem mendadak, karena jalanan yang licin motor itu terjatuh, sang pengendara juga ikut terjatuh. Beruntungnya, tak ada luka yang parah dan motornya hanya lecet sedikit. Para pengendara motor yang ada didekatnya turun dari motornya dan membantunya untuk berdiri, meminggirkan si pengendara dan motornya ke pinggir jalan.

Saya melanjutkan perjalanan, puluhan meter saya berjalan. Lagi-lagi ada motor melesat kencang, tapi seketika ada angkutan umum yang hamper saja menabrak motor itu. Beruntungnya, motor itu berhasil menghindarinya, tapi dia meminggirkan motornya, berhenti, turun dari motor dan menghampiri pengemudi angkutan umum yang sedang berhenti itu. Si pengendara memaki si supir angkot, kehabisan kesabaran, si supir angkutan umum juga memaki balik dan main salah-salahan. Andai tak ada warga yang melerai, mungkin sudah terjadi pertempuran di situ.

Ya, terkadang saya berpikir, kenapa selalu ada orang jahat dan orang baik? Kaya dan miskin? Kenapa tak semua orang baik saja? Kenapa tak semua orang kaya saja? Bukankah jika semua orang kaya dan baik maka hidup ini akan tentram?

Tapi setelah saya berpikir, mustahil rasanya punya dunia seperti itu. Hidup itu bukan sekedar untuk dinikmati, tapi HIDUP adalah UJIAN. Jika semua orang baik, dimana letak ujiannya? Jika semua orang kaya dimana letak ujiannya? Jika semua orang baik, siapa yang harus ditolong? Toh hidup sudah tentram. Jika semua orang kaya, kepada siapa kita bersedekah dan saling memberi? Toh semua orang sudah kaya.

Adanya dua sisi yang berbeda memberikan kesempatan bagi kita untuk ber-amal. Adanya dua sisi membuat kita belajar lebih banyak tentang kehidupan. Adanya dua sisi yang berbeda membuat hidup ini SEIMBANG.

Selalu ada perputaran dalam hidup ini, perputaran itu yang menjaga keseimbangan hidup. Sama seperti air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, lalu ke laut, menguap ke atas dan turun sebagai hujan, dan begitu seterusnya. Ada perputaran energi yang menjaga ketersediaan energi. Dua sisi, jahat dan baik, kaya dan miskin, jujur dan berbohong, dan sebagainya adalah suatu hal yang menjaga keseimbangan hidup. Jika hanya ada satu sisi, bisa dikatakan hidup ini akan berat sebelah. Ibarat timbangan, jika berat sebelah maka akan ‘jomplang’ sebelah.

Selalu ada orang baik dan jahat. Yang baik dan jahat saling mempengaruhi satu sama lain, bagi mereka yang prinsipnya lemah, maka akan mudah terhasut. Contoh, orang baik menghasut orang jahat yang prinsipnya lemah sehingga orang jahat itu berubah menjadi baik, dan begitu pula sebaliknya. Sehingga seringkali kita melihat orang yang dulunya jahat banget, sekarang baik. Yang dulunya alim banget jadi rusak. Itulah perputaran.

Sama seperti seorang jomblo, dulunya jomblo tapi setelah bertemu dia sudah punya pasangan. Yang dulunya punya pasangan tiba-tiba putus dan menjadi jomblo. Itu salah satu perputaran juga.

Dua sisi lain yang tak bisa dipisahkan adalah MENYUKAI dan MEMBENCI. Jika anda menginginkan semua orang menyukai anda, berarti anda sudah GILA. Karena mustahil semua orang mencintai anda. Itu artinya MUSTAHIL semua orang membenci anda.


Tiap orang selalu ada yang menyukai dan membenci. Jagalah orang yang menyukai anda. Dan buat yang membenci anda, jangan dibenci balik. Walaupun dia membenci anda dari hati yang paling dalam, anda tak perlu membalas dengan sesuatu yang sama.

Kuncinya adalah bersabar dalam menghadapi orang yang membenci anda. Tak perlu ditanggapi dengan emosi adalah cara menghadapi orang yang membenci anda. Tetap tersenyum kepadanya adalah balasan terbaik yang diberikan untuk orang yang membenci anda.

Walaupun pada dasarnya diri kita sendiri juga memiliki sisi baik dan buruk. Cuman, selalu ada yang dominan di antara baik dan buruk. Masalahnya, anda mau dominan kemana? Baik atau buruk? Itu pilihan anda tentunya.


Hidup ini adalah ujian. Adanya dua sisi berbeda membuat ujian dalam hidup ini. Hidup ini bukan sekedar untuk dinikmati. Jika ada orang berkata “nikmati saja hidup ini dulu” maka itu tidak ada salahnya. Nikmati hidup berarti MENIKMATI UJIAN. Selamat menempuh ujian.

Categories:

Senin, 01 Februari 2016

EKSPRESIKAN GEN KREATIFMU!



Hari ini begitu cerah, anda bangun dari tidur anda yang nyenyak, berdiri dari kasur anda, merapikannya dan anda berjalan ke luar kamar. Di perjalanan, anda menemukan tong sampah dengan tumpukan botol di dalamnya. Ada begitu banyak botol plastik kosong disana, apa yang akan anda lakukan?

Malam itu anda baru pulang dari kerja. Anda lelah dan anda beristirahat sejenak, seketika anda ingat bahwa ada beberapa tugas yang harus anda kerjakan, salah satu tugasnya adalah membuat suatu cerita. Tapi anda tak punya inspirasi saat itu, apa yang akan anda lakukan?

Siang itu anda sedang duduk di kursi anda yang empuk. Anda membuka rak meja anda dan melihat tumpukan surat yang sudah usang. Apa yang akan anda lakukan dengan tumpukan kertas itu?

Oke, mungkin anda bingung dengan pertanyaan diatas Tidak perlu dipikirkan, jawablah dalam hati. Saya tak perlu mengetahui jawaban anda. Mungkin sebagian dari anda bertanya, untuk apa pertanyaan tersebut, atau mungkin sebagian dari anda sudah mengetahui tujuan dari pertanyaan itu. Jawaban dari pertanyaan itu mencerminkan pola pikir anda, mencerminkan seberapa kuat kreatifitas anda.


Berbicara tentang kreatifitas, saya jadi tertarik untuk membahasnya. Ya, belakangan ini saya sering melihat berita yang membuat wawasan saya melebar. Orang-orang yang memanfaatkan limbah, orang-orang yang mengolah kotoran hewan ternak menjadi suatu bahan bakar, dan masih banyak lagi berita lainnya. Hal ini membuat saya berpikir, betapa kreatifnya mereka. Mampu melahirkan sesuatu yang baru dan berbeda.

Banyak orang kreatif di dunia ini, dan kebanyakan dari mereka yang kreatif adalah orang yang sukses. Tapi, anda tak perlu minder ketika melihat mereka, anda tidak perlu takut ketika melihat kisah kreatif mereka. Kenapa? Karena anda merupakan orang yang kreatif pada dasarnya.

GEN KREATIF

Saya percaya, bahwa kreatifitas tidak diturunkan secara genetika. Ayah dan ibu yang berpikiran kreatif belum tentu melahirkan anak yang kreatif dan begitu pula sebaliknya. Kreatifitas seseorang di pengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Ya, kondisi lingkungan berperan besar dalam pembentukan kreatifitas seseorang.

Tapi, pada dasarnya, tidak ada orang yang terlahir tidak kreatif. Percayalah, setiap orang terlahir dengan memiliki ‘gen kreatif’ tersendiri. Tak percaya? Coba lihat bagaimana anda bisa berjalan? Ketika anda belajar berjalan, disitu ada proses, dan prosesnya merupakan suatu proses yang kreatif. Anda menemukan cara anda tersendiri untuk berjalan yang pada akhirnya anda bisa berjalan lewat serangkaian proses yang kreatif.

Apakah anda pernah melihat anak kecil berkreasi di sebuah kertas gambar? Ya, itu juga bentuk kreatifitas. Maka dari itu, dari awal, kita sudah kreatif. Masalahnya adalah apakah kreatifitas itu kita ekspresikan lebih lanjut atau kita sembunyikan?


DOMINAN ATAU RESESIF?

Ketika kita kecil, kita adalah orang yang kreatif. Berani mencoba segala hal tanpa mengenal rasa takut. Tapi, ketika beranjak dewasa kita mulai melihat rasa takut, kita mulai dilarang ini itu. Yah, larangan merupakan hal yang wajar dan memang larangan harus ada. Hanya saja, terkadang larangan itu kita telan mentah-mentah tanpa memikirkan apakah larangan itu masuk akal atau tidak.

Sebagai contoh, salah satu teman saya memiliki hobi menggambar. Ketika dia beranjak SMP, orang tua-nya mulai melarang dia untuk menggambar, alasannya? Dia harus focus dengan pelajaran, menggambar hanya menghalangi proses belajar di sekolah. Alhasil, teman saya menyudahi karir menggambarnya dan fokus sekolah. Padahal, menurut saya gambar yang ia buat sangat bagus.

Tapi berbeda dengan teman saya yang satu. Hanya saja, teman saya yang satu ini hobi main game online. Suatu ketika ia kepergok sedang bermain di warnet, alhasil dia dilarang bermain. Tapi teman saya tidak putus asa, dia justru tetap bermain dan malah dari game online dia bisa menghasilkan beberapa uang dari penjualan item-item langka, haha.
Seringkali lingkungan membatasi kita, seringkali lingkungan membuat kita takut mencoba. Takut mencoba membuat kreatifitas kita tumpul. Itulah kenapa kita harus berani untuk mencoba, walaupun pada akhirnya hasilnya jauh dari harapan, tapi itu membuat kita belajar lebih banyak.

Kreatifitas bergantung dari sekuat apa anda mengekspresikan ‘gen kreatif’ anda. Mungkin anda pernah bertemu teman anda yang tiap detik selalu ada ide dari kepalanya, dia tak pernah habis ide, bahkan ketika dia lupa membawa tugas ke sekolah dia bisa mengatasinya. Tapi mungkin anda pernah bertemu teman anda yang apatis dan minim ide, pikirannya itu itu melulu dan pola pikirnya statis.

Kekuatan ‘gen kreatif’ tiap orang memang berbeda. Bergantung dari seberapa kuat mereka mengekspresikannya. Ekspresi dari ‘gen kreatif’ dipengaruhi lingkungan. Tapi yang paling penting, ekspresi dari ‘gen kreatif’ tergantung pada diri kita. ‘Gen kreatif’ akan semakin dominan ketika anda terus mengasah kreatifitas anda.


BAGAIMANA CARA MENGASAHNYA?

Kreatifitas bukan keturunan. Tapi lingkungan. Kreatifitas bukanlah proses sekali jadi, melainkan proses yang berkelanjutan tanpa akhir. Tidak ada takaran yang pasti dalam kreatifitas. Yang bisa anda lakukan adalah MEMBIASAKAN diri anda untuk hidup kreatif.
Bagaimana caranya? Setiap langkah besar dimulai dari yang kecil. Anda cukup melakukan hal-hal kecil. Contohnya?

1. Botol Bekas, mau diapain?

Ketika saya lulus SMA, saya harus melanjutkan ke dunia perkuliahan. Ketika saya kuliah, saya hidup di asrama bersama teman-teman yang lain. Di asrama saya terbiasa membeli beberapa botol air untuk persediaan air. Suatu ketika saya melihat ada tumpukan botol di sampah. Bingung mau diapain akhirnya saya mengumpulkan botol-botol itu, awalnya ingin membuat sebuah rak sandal, walaupun pada akhirnya gak kesampean.

Akhirnya botol-botol itu saya jadikan celengan dan tempat pensil. Selain itu saya jadikan tempat untuk menyimpan charger handphone dan juga peralatan lain. Ya, sebuah botol bekas bisa menjadi sesuatu yang berguna, daripada dibuang, lebih baik anda kreasikan, hehe.

2. Kertas bekas, mau dikemanain?

Ketika pertama kali kuliah, ada sebuah acara bernama MPKMB (Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru). Sebelum MPKMB, para mahasiswa baru diberi tugas untuk membuat sebuah buku dari kertas bekas dan kardus bekas. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal yang biasa. Tapi, tidak untuk saya.

Ini merupakan hal baru, memakai kertas bekas untuk buku panduan. Ya, tugas ini membuat pikiran saya terbuka. Daripada membeli kertas baru, lebih baik memakai kertas bekas, toh seringkali kita mendapat kertas pengumuman yang di bagian belakangnya kosong. Nah, bagian itu bisa digunakan untuk menuliskan sesuatu, daripada dibuang atau dibakar, lebih baik dikreasikan.

3. Imajinasi dan imajinasi

Langkah kecil untuk mengasak ‘gen kreatif’ kita adalah dengan berimajinasi. Tentunya berimajinasi yang di luar akal sehat. Saya sering jatuh dalam imajinasi saya. Kadang saya membayangkan sebuah pesawat yang lebih cepat dari cahaya sehingga kita bisa berkeliling alam semesta dengan cepat. Kadang saya membayangkan juga ketika ada kejahatan di kota dan saya dating sebagai superhero. Oke, itu gak penting.

Intinya, anda perlu berimajinasi dan berimajinasi. Kalau bisa yang di luar akal sehat dan jauh dari kenormalan. Karena menjadi normal itu gak asik, kita butuh yang abnormal.

Tapi daya imajinasi saya kurang. Oke, anda tinggal membuka youtube dan menonton video-video yang ada disitu, anda bisa melihat video music, trailer film ataupun hal lain. Atau kalau kocek anda lumayan tebal, anda bisa pergi ke bioskop dan menonton film. Atau anda bisa ke pinggir jalan dan mengamati kehidupan disana. Kreatif adalah bagaimana anda melihat sesuatu secara berbeda.

Masih ada cara lain sebenarnya. Masih ada langkah kecil yang dapat melatih kreatifitas anda. Pulang pergi lewat jalan yang berbeda merupakan salah satu bentuk kreatifitas anda. Jika anda terbiasa menulis dengan tangan kanan, maka cobalah dengan tangan kiri, belajarlah, gila memang, tapi menjadi gila itu kadang menyenangkan.

Jadi, anda perlu mendominankan ‘gen kreatif’ anda, bangun kebiasaan kreatif dengan melakukan hal-hal kecil. Dengan melakukan hal-hal kecil yang kreatif nantinya anda akan terus berkembang menjadi seseorang yang abnormal dan selamat kreatifitas anda tidak tumpul haha.


Sekian artikel gak jelas ini. Saya tau masih banyak minus di dalam artikel ini. Saya mohon maaf atas ketidakjelasan artikel ini. Jika ada kritik dan saran silahkan tulisan di kolom komentar, selamat pagi dan sampai jumpa. Salam kreatif.

Categories:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Pradhipta8 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑