Suatu hari saya sedang berjalan, tak lama kemudian ada motor
melaju kencang disamping saya. Selang beberapa detik, pengendara motor itu
me-rem mendadak, karena jalanan yang licin motor itu terjatuh, sang pengendara
juga ikut terjatuh. Beruntungnya, tak ada luka yang parah dan motornya hanya
lecet sedikit. Para pengendara motor yang ada didekatnya turun dari motornya
dan membantunya untuk berdiri, meminggirkan si pengendara dan motornya ke
pinggir jalan.
Saya melanjutkan perjalanan, puluhan meter saya berjalan.
Lagi-lagi ada motor melesat kencang, tapi seketika ada angkutan umum yang
hamper saja menabrak motor itu. Beruntungnya, motor itu berhasil
menghindarinya, tapi dia meminggirkan motornya, berhenti, turun dari motor dan
menghampiri pengemudi angkutan umum yang sedang berhenti itu. Si pengendara
memaki si supir angkot, kehabisan kesabaran, si supir angkutan umum juga memaki
balik dan main salah-salahan. Andai tak ada warga yang melerai, mungkin sudah
terjadi pertempuran di situ.
Ya, terkadang saya berpikir, kenapa selalu ada orang jahat
dan orang baik? Kaya dan miskin? Kenapa tak semua orang baik saja? Kenapa tak
semua orang kaya saja? Bukankah jika semua orang kaya dan baik maka hidup ini
akan tentram?
Tapi setelah saya berpikir, mustahil rasanya punya dunia
seperti itu. Hidup itu bukan sekedar untuk dinikmati, tapi HIDUP adalah UJIAN.
Jika semua orang baik, dimana letak ujiannya? Jika semua orang kaya dimana
letak ujiannya? Jika semua orang baik, siapa yang harus ditolong? Toh hidup sudah
tentram. Jika semua orang kaya, kepada siapa kita bersedekah dan saling
memberi? Toh semua orang sudah kaya.
Adanya dua sisi yang berbeda memberikan kesempatan bagi kita
untuk ber-amal. Adanya dua sisi membuat kita belajar lebih banyak tentang
kehidupan. Adanya dua sisi yang berbeda membuat hidup ini SEIMBANG.
Selalu ada perputaran dalam hidup ini, perputaran itu yang
menjaga keseimbangan hidup. Sama seperti air yang mengalir dari tempat tinggi
ke tempat rendah, lalu ke laut, menguap ke atas dan turun sebagai hujan, dan
begitu seterusnya. Ada perputaran energi yang menjaga ketersediaan energi. Dua
sisi, jahat dan baik, kaya dan miskin, jujur dan berbohong, dan sebagainya
adalah suatu hal yang menjaga keseimbangan hidup. Jika hanya ada satu sisi,
bisa dikatakan hidup ini akan berat sebelah. Ibarat timbangan, jika berat
sebelah maka akan ‘jomplang’ sebelah.
Selalu ada orang baik dan jahat. Yang baik dan jahat saling
mempengaruhi satu sama lain, bagi mereka yang prinsipnya lemah, maka akan mudah
terhasut. Contoh, orang baik menghasut orang jahat yang prinsipnya lemah
sehingga orang jahat itu berubah menjadi baik, dan begitu pula sebaliknya.
Sehingga seringkali kita melihat orang yang dulunya jahat banget, sekarang
baik. Yang dulunya alim banget jadi rusak. Itulah perputaran.
Sama seperti seorang jomblo, dulunya jomblo tapi setelah
bertemu dia sudah punya pasangan. Yang dulunya punya pasangan tiba-tiba putus
dan menjadi jomblo. Itu salah satu perputaran juga.
Dua sisi lain yang tak bisa dipisahkan adalah MENYUKAI dan
MEMBENCI. Jika anda menginginkan semua orang menyukai anda, berarti anda sudah
GILA. Karena mustahil semua orang mencintai anda. Itu artinya MUSTAHIL semua
orang membenci anda.
Tiap orang selalu ada yang menyukai dan membenci. Jagalah
orang yang menyukai anda. Dan buat yang membenci anda, jangan dibenci balik. Walaupun
dia membenci anda dari hati yang paling dalam, anda tak perlu membalas dengan
sesuatu yang sama.
Kuncinya adalah bersabar dalam menghadapi orang yang membenci
anda. Tak perlu ditanggapi dengan emosi adalah cara menghadapi orang yang
membenci anda. Tetap tersenyum kepadanya adalah balasan terbaik yang diberikan
untuk orang yang membenci anda.
Walaupun pada dasarnya diri kita sendiri juga memiliki sisi
baik dan buruk. Cuman, selalu ada yang dominan di antara baik dan buruk.
Masalahnya, anda mau dominan kemana? Baik atau buruk? Itu pilihan anda
tentunya.
Hidup ini adalah ujian. Adanya dua sisi berbeda membuat ujian
dalam hidup ini. Hidup ini bukan sekedar untuk dinikmati. Jika ada orang berkata
“nikmati saja hidup ini dulu” maka itu tidak ada salahnya. Nikmati hidup
berarti MENIKMATI UJIAN. Selamat menempuh ujian.


0 komentar:
Posting Komentar