Senin, 01 Februari 2016

EKSPRESIKAN GEN KREATIFMU!



Hari ini begitu cerah, anda bangun dari tidur anda yang nyenyak, berdiri dari kasur anda, merapikannya dan anda berjalan ke luar kamar. Di perjalanan, anda menemukan tong sampah dengan tumpukan botol di dalamnya. Ada begitu banyak botol plastik kosong disana, apa yang akan anda lakukan?

Malam itu anda baru pulang dari kerja. Anda lelah dan anda beristirahat sejenak, seketika anda ingat bahwa ada beberapa tugas yang harus anda kerjakan, salah satu tugasnya adalah membuat suatu cerita. Tapi anda tak punya inspirasi saat itu, apa yang akan anda lakukan?

Siang itu anda sedang duduk di kursi anda yang empuk. Anda membuka rak meja anda dan melihat tumpukan surat yang sudah usang. Apa yang akan anda lakukan dengan tumpukan kertas itu?

Oke, mungkin anda bingung dengan pertanyaan diatas Tidak perlu dipikirkan, jawablah dalam hati. Saya tak perlu mengetahui jawaban anda. Mungkin sebagian dari anda bertanya, untuk apa pertanyaan tersebut, atau mungkin sebagian dari anda sudah mengetahui tujuan dari pertanyaan itu. Jawaban dari pertanyaan itu mencerminkan pola pikir anda, mencerminkan seberapa kuat kreatifitas anda.


Berbicara tentang kreatifitas, saya jadi tertarik untuk membahasnya. Ya, belakangan ini saya sering melihat berita yang membuat wawasan saya melebar. Orang-orang yang memanfaatkan limbah, orang-orang yang mengolah kotoran hewan ternak menjadi suatu bahan bakar, dan masih banyak lagi berita lainnya. Hal ini membuat saya berpikir, betapa kreatifnya mereka. Mampu melahirkan sesuatu yang baru dan berbeda.

Banyak orang kreatif di dunia ini, dan kebanyakan dari mereka yang kreatif adalah orang yang sukses. Tapi, anda tak perlu minder ketika melihat mereka, anda tidak perlu takut ketika melihat kisah kreatif mereka. Kenapa? Karena anda merupakan orang yang kreatif pada dasarnya.

GEN KREATIF

Saya percaya, bahwa kreatifitas tidak diturunkan secara genetika. Ayah dan ibu yang berpikiran kreatif belum tentu melahirkan anak yang kreatif dan begitu pula sebaliknya. Kreatifitas seseorang di pengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Ya, kondisi lingkungan berperan besar dalam pembentukan kreatifitas seseorang.

Tapi, pada dasarnya, tidak ada orang yang terlahir tidak kreatif. Percayalah, setiap orang terlahir dengan memiliki ‘gen kreatif’ tersendiri. Tak percaya? Coba lihat bagaimana anda bisa berjalan? Ketika anda belajar berjalan, disitu ada proses, dan prosesnya merupakan suatu proses yang kreatif. Anda menemukan cara anda tersendiri untuk berjalan yang pada akhirnya anda bisa berjalan lewat serangkaian proses yang kreatif.

Apakah anda pernah melihat anak kecil berkreasi di sebuah kertas gambar? Ya, itu juga bentuk kreatifitas. Maka dari itu, dari awal, kita sudah kreatif. Masalahnya adalah apakah kreatifitas itu kita ekspresikan lebih lanjut atau kita sembunyikan?


DOMINAN ATAU RESESIF?

Ketika kita kecil, kita adalah orang yang kreatif. Berani mencoba segala hal tanpa mengenal rasa takut. Tapi, ketika beranjak dewasa kita mulai melihat rasa takut, kita mulai dilarang ini itu. Yah, larangan merupakan hal yang wajar dan memang larangan harus ada. Hanya saja, terkadang larangan itu kita telan mentah-mentah tanpa memikirkan apakah larangan itu masuk akal atau tidak.

Sebagai contoh, salah satu teman saya memiliki hobi menggambar. Ketika dia beranjak SMP, orang tua-nya mulai melarang dia untuk menggambar, alasannya? Dia harus focus dengan pelajaran, menggambar hanya menghalangi proses belajar di sekolah. Alhasil, teman saya menyudahi karir menggambarnya dan fokus sekolah. Padahal, menurut saya gambar yang ia buat sangat bagus.

Tapi berbeda dengan teman saya yang satu. Hanya saja, teman saya yang satu ini hobi main game online. Suatu ketika ia kepergok sedang bermain di warnet, alhasil dia dilarang bermain. Tapi teman saya tidak putus asa, dia justru tetap bermain dan malah dari game online dia bisa menghasilkan beberapa uang dari penjualan item-item langka, haha.
Seringkali lingkungan membatasi kita, seringkali lingkungan membuat kita takut mencoba. Takut mencoba membuat kreatifitas kita tumpul. Itulah kenapa kita harus berani untuk mencoba, walaupun pada akhirnya hasilnya jauh dari harapan, tapi itu membuat kita belajar lebih banyak.

Kreatifitas bergantung dari sekuat apa anda mengekspresikan ‘gen kreatif’ anda. Mungkin anda pernah bertemu teman anda yang tiap detik selalu ada ide dari kepalanya, dia tak pernah habis ide, bahkan ketika dia lupa membawa tugas ke sekolah dia bisa mengatasinya. Tapi mungkin anda pernah bertemu teman anda yang apatis dan minim ide, pikirannya itu itu melulu dan pola pikirnya statis.

Kekuatan ‘gen kreatif’ tiap orang memang berbeda. Bergantung dari seberapa kuat mereka mengekspresikannya. Ekspresi dari ‘gen kreatif’ dipengaruhi lingkungan. Tapi yang paling penting, ekspresi dari ‘gen kreatif’ tergantung pada diri kita. ‘Gen kreatif’ akan semakin dominan ketika anda terus mengasah kreatifitas anda.


BAGAIMANA CARA MENGASAHNYA?

Kreatifitas bukan keturunan. Tapi lingkungan. Kreatifitas bukanlah proses sekali jadi, melainkan proses yang berkelanjutan tanpa akhir. Tidak ada takaran yang pasti dalam kreatifitas. Yang bisa anda lakukan adalah MEMBIASAKAN diri anda untuk hidup kreatif.
Bagaimana caranya? Setiap langkah besar dimulai dari yang kecil. Anda cukup melakukan hal-hal kecil. Contohnya?

1. Botol Bekas, mau diapain?

Ketika saya lulus SMA, saya harus melanjutkan ke dunia perkuliahan. Ketika saya kuliah, saya hidup di asrama bersama teman-teman yang lain. Di asrama saya terbiasa membeli beberapa botol air untuk persediaan air. Suatu ketika saya melihat ada tumpukan botol di sampah. Bingung mau diapain akhirnya saya mengumpulkan botol-botol itu, awalnya ingin membuat sebuah rak sandal, walaupun pada akhirnya gak kesampean.

Akhirnya botol-botol itu saya jadikan celengan dan tempat pensil. Selain itu saya jadikan tempat untuk menyimpan charger handphone dan juga peralatan lain. Ya, sebuah botol bekas bisa menjadi sesuatu yang berguna, daripada dibuang, lebih baik anda kreasikan, hehe.

2. Kertas bekas, mau dikemanain?

Ketika pertama kali kuliah, ada sebuah acara bernama MPKMB (Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru). Sebelum MPKMB, para mahasiswa baru diberi tugas untuk membuat sebuah buku dari kertas bekas dan kardus bekas. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal yang biasa. Tapi, tidak untuk saya.

Ini merupakan hal baru, memakai kertas bekas untuk buku panduan. Ya, tugas ini membuat pikiran saya terbuka. Daripada membeli kertas baru, lebih baik memakai kertas bekas, toh seringkali kita mendapat kertas pengumuman yang di bagian belakangnya kosong. Nah, bagian itu bisa digunakan untuk menuliskan sesuatu, daripada dibuang atau dibakar, lebih baik dikreasikan.

3. Imajinasi dan imajinasi

Langkah kecil untuk mengasak ‘gen kreatif’ kita adalah dengan berimajinasi. Tentunya berimajinasi yang di luar akal sehat. Saya sering jatuh dalam imajinasi saya. Kadang saya membayangkan sebuah pesawat yang lebih cepat dari cahaya sehingga kita bisa berkeliling alam semesta dengan cepat. Kadang saya membayangkan juga ketika ada kejahatan di kota dan saya dating sebagai superhero. Oke, itu gak penting.

Intinya, anda perlu berimajinasi dan berimajinasi. Kalau bisa yang di luar akal sehat dan jauh dari kenormalan. Karena menjadi normal itu gak asik, kita butuh yang abnormal.

Tapi daya imajinasi saya kurang. Oke, anda tinggal membuka youtube dan menonton video-video yang ada disitu, anda bisa melihat video music, trailer film ataupun hal lain. Atau kalau kocek anda lumayan tebal, anda bisa pergi ke bioskop dan menonton film. Atau anda bisa ke pinggir jalan dan mengamati kehidupan disana. Kreatif adalah bagaimana anda melihat sesuatu secara berbeda.

Masih ada cara lain sebenarnya. Masih ada langkah kecil yang dapat melatih kreatifitas anda. Pulang pergi lewat jalan yang berbeda merupakan salah satu bentuk kreatifitas anda. Jika anda terbiasa menulis dengan tangan kanan, maka cobalah dengan tangan kiri, belajarlah, gila memang, tapi menjadi gila itu kadang menyenangkan.

Jadi, anda perlu mendominankan ‘gen kreatif’ anda, bangun kebiasaan kreatif dengan melakukan hal-hal kecil. Dengan melakukan hal-hal kecil yang kreatif nantinya anda akan terus berkembang menjadi seseorang yang abnormal dan selamat kreatifitas anda tidak tumpul haha.


Sekian artikel gak jelas ini. Saya tau masih banyak minus di dalam artikel ini. Saya mohon maaf atas ketidakjelasan artikel ini. Jika ada kritik dan saran silahkan tulisan di kolom komentar, selamat pagi dan sampai jumpa. Salam kreatif.

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Pradhipta8 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑