Sabtu, 16 Juli 2016

There's Always Hope


Hidup ini pasti punya tujuan. Mau dibawa diri anda nantinya, mau dikemanain diri anda nantinya, mau kayak gimana anda nantinya, mau jadi apa anda nantinya, dan sebagainya. Untuk meraih tujuan itu ada yang namanya proses atau perjalanan. Perjalanan dalam menggapai tujuan tersebut. Dalam perjalanan-pun kita mengenal kata “berharap”. Berharap semoga kita bisa mencapai tujuan kita.

Misal ketika SD, ketika selesai Ujian Nasional (UN) kita berharap bisa keterima di SMP favorit. Begitupun ketika SMP, selesai UN kita berharap bisa keterima di SMA favorit. SMA juga sama, ketika lulus kita berharap bisa keterima di Perguruan Tinggi yang kita inginkan. Dalam mengikuti lomba juga sama, kadang kita berharap bisa keluar jadi juara dan pulang membawa hadiah. Dalam membuat karya, kadang kita berharap karya kita mendapat pujian, bukan kritikan yang dalam. Atau bahkan kita juga berharap ‘dia’ jadi jodoh kita. Who know?

Percaya atau nggak, hidup kita penuh harapan. Dari kecil sampe sekarang, sudah berapa kali kita berharap? Sudah berapa harapan yang terwujud dan sudah berapa harapan yang palsu *lho. Berharap sah-sah saja, tidak ada yang salah dari berharap. Tapi, terkadang kadar kita berharap tidak sesuai sehingga menimbulkan kekecewaan. Berharap yang berlebihan itu menimbulkan kekecewaan.

Tapi, bukan berarti saya melarang kita untuk berharap. Tidak sama sekali. Di saat hati ini gundah, galau, dan putus asa, disitu fungsi harapan datang. Terkadang ketika diri ini berada dalam keadaan paling buruk, kita berpikir tidak jernih, pikiran kita putus asa.

“Ah rasanya gak mungkin saya bisa promosi ke jabatan yang lebih tinggi.” atau “ah, mustahil saya bisa masuk ke perguruan tinggi favorit saya.” ataupun segala kata-kata yang justru semakin menjatuhkan.

Di saat diri ini sudah jatuh, maka harapanpun sirna di depan mata. No hope again, begitulah sebutan kerennya. Padahal, There is always hope for us, selalu ada harapan buat para manusia. Yah, harapan itu selalu ada, jadi tak perlu putus asa. Allah selalu memberikan jalan keluar bagi hambanya yang kesulitan, sekarang bagaimana kita berharap padanya, memohon padanya agar pintu jalan keluar itu segera terbuka.

Mungkin satu hal yang bisa membuat harapan itu sirna adalah berharap ke sesama manusia. Yah, berharap ke sesama manusia memang mengecewakan terkadang. Satu-satunya yang tidak mengecewakan adalah berharap kepada sang pencipta, pada dirinya harapan selalu ada.

Pada akhirnya, jangan pernah berhenti berharap. Harapan itu selalu ada buat para manusia atau bahkan selalu ada untuk para makhluk hidup ciptaan Allah. 

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Pradhipta8 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑