Sabtu, 14 Mei 2016

Orang Paling Beruntung? Anda!


Pernahkan anda berpikir bahwa hidup anda begitu sial dan tidak beruntung? Penuh lika-liku mengerikan dan menyebalkan? Sebagian besar hidup anda atau lebih dari 50% hidup anda diisi dengan hal mengerikan yang berujung kesialan. Apakah hidup anda seperti itu?

            Gara-gara si ini gue jadi kayak gini……….

            Gara-gara kemaren gue ngelakuin itu jadinya kayak gini………..

            Coba gue ngelakuin itu tadi, pasti gak kayak gini hasilnya…………

            Sial banget gue hari ini!

Mungkin dari kalimat diatas anda pernah mengucapkannya. Itu adalah sebuah keluhan, sebuah gertakan untuk diri sendiri. Setiap manusia pasti pernah mengeluh, pasti anda pernah mengeluh. Mengeluh adalah hal yang wajar, itu adalah proses belajar dari tiap manusia. Dari keluhan, kita sebagai manusia bisa mengerti bahwa mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya saja, sedikit dari kita yang sadar dan berhenti dari mengeluh. Ada juga yang sadar bahwa mengeluh tidak menyembuhkan masalah tapi tetap saja mengeluh.

Kalo hidup kita sial dan menyebalkan, kita mengeluh. Kalau kita dimarahi dan disalahkan, kita mengeluh. Kalo kita menerima banyak hal negatif dari luar, lalu ada kejadian buruk menimpa, kita mengeluh. Sepertinya tiap detik hidup ini kita habiskan dengan mengeluh. Terkadang anda men-judge diri anda sebagai orang yang sial dan gak ada beruntungnya.
            Padahal,

Anda adalah orang paling beruntung di dunia ini. Anda adalah orang paling bahagia dan menyenangkan di dunia ini. Hanya saja, sedikit yang menyadari bahwa anda semua adalah orang paling beruntung di dunia ini, kebanyakan dari kita justru mengira bahwa kita adalah orang yang sial. Kenapa?

Banyak Ngeluh dibanding Besyukur

Salah satu hal yang membuat kita menjadi orang yang sial adalah karena mengeluh. Mengeluh itu penyakit, penyakit buat hati dan pikiran. Mengeluh tidak menyelesaikan masalah, mengeluh hanya menambah beban hati dan pikiran. Apalagi, kalau keluhan kita justru mengkambing hitamkan orang lain, wah itu lebih parah. Mengeluh itu  menghalangi rasa syukur.

Keberuntungan itu datang dari rasa syukur kita. Musibah yang kita alami bukan untuk dikeluhkan, melainkan untuk disyukuri. Lho, kok disyukuri? Ya, karena dari musibah itu kita bisa belajar banyak, itu adalah pelajaran. Cuman, sering dari kita menganggap musibah sebagai kesialan dan keluhan sebagai solusi. Alhasil, hanya kesialan yang berkelanjutan yang ada. Padahal, alangkah baiknya sebuah musibah disyukuri, karena rasa syukur akan menghasilkan ketenangan hati dan pikiran. Inilah yang membuat hidup kita berasa lebih enteng dan beruntung.

Banyak Ngedumel dibanding Bersabar
            
Habis dapet musibah sering kita ngedumel dalam hati. Ngomongin ini itu, dan kebanyakan omongan yang negatif dan tak bermanfaat. Alhasil, hati bukan semakin enteng justru semakin terbebani. Rasa kesal semakin menumpuk dan pikiran menjadi kotor. Kebanyakan kita, kalau mendapat musibah bukan sabar solusinya, tapi ngedumel dulu. Kalau ada janji sama temen, eh tiba-tiba temen batalin janjinya kita kesel dan ngedumel dalem hati. Kalau kita dimarahi sama orang yang lebih tua, kita ngedumel dalem hati sambil mikir yang aneh-aneh.
           
Lalu bagaimana solusinya? Sabar adalah solusinya. Kejadian buruk itu bukan untuk disesali dalam-dalam, tapi cukup disesali di permukaan. Bersabar adalah kunci hidup yang jauh lebih baik, kalau ada musibah ya bersabar aja. Bersabar bukan berarti kalah, bukan berarti menyerah. Bersabar tanda bahwa kita adalah orang kuat. Bersabar itu meringankan beban pikiran dan menjernihkan hati. Bersabar merupakan jalan menuju hidup lebih beruntung.
Banyak Mikir Negatif dibanding Positif.

       ”eh si itu masa kayak gini……”

            “dia kan orangnya kayak gitu……”
           
Berapa banyak waktu kita untuk membicarakan orang lain? Kalau bicarain sisi positif gak masalah, tapi kalau negatif? Berapa banyak kita mengkambing hitamkan orang lain? Kalau ada apa-apa kita menyalahkan orang lain. Lempar batu sembunyi tangan. Hidup kita penuh dengan pikiran negatif dan buruk. Kalau ada musibah kita mikirnya ini gara-gara si itu, gara-gara si ini, jarang kita berasumsi bahwa musibah itu adalah karena kesalahan kita. Dan itu adalah balasannya.
            
Berpikir negatif dapat mengkerdilkan otak, merusak tatanan pemikiran kita dan sistem saraf. Berpikir negatif mempercepat penuaan dan menambah beban pikiran. Negatif harus dilawan dengan berpikir positif, kenapa? Karena berpikir positif membuat pikiran kita lebih bahagia dan terbuka. Positif memberikan dampak segar, sedangkan negatif memberikan dampak mengerikan. Orang yang sering berpikiran negatif cenderung lebih rusak dibanding yang berpikiran positif.

Simpulan

Setiap manusia adalah makhluk beruntung. Tidak ada satupun yang sial. Hanya saja penyakit hati seperti mengeluh, ngedumel, dan negative thinking membuat keberuntungan itu tertutup dan tergantikan oleh kesialan. Pastikan anda bebas dari tiga penyakit itu.

            Ganti mengeluh dengan bersyukur.

            Ganti ngedumel dengan bersabar.

            Ganti pikiran negatif dengan positif.


Satu hal yang pasti, ketika anda bangun di pagi hari, anda adalah orang paling beruntung di dunia ini. Jangan rusak keberuntungan anda dengan hal-hal buruk dan penyakit hati. Pastikan diri anda bersih dari itu.

Categories:

1 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Pradhipta8 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑