Rabu, 02 Desember 2015

APA PILIHANMU?



Besok akan ada pesta di rumah teman anda dan anda menjadi salah satu tamu undangan disana. Tapi, di sisi lain, besok ada pekerjaan tambahan di kantor anda sehingga anda harus lembur dan waktunya bertepatan dengan waktu pesta tersebut. Mana yang akan anda pilih?

Pagi ini di kulkas anda tersedia sebutir telur dan juga potongan sayur-sayuran. Pagi ini anda harus sarapan dan apa yang akan anda makan? Telur atau potongan sayur?
Sore ini anda ada janji untuk bertemu dengan teman lama anda di sebuah café tempat anda biasa nongkrong. Tapi, disaat yang bersamaan, anda diajak untuk bermain futsal bersama teman kantor anda, mana yang akan anda jalani?

Malam ini anda harus mengerjakan deadline proposal yang akan dikumpulkan besok, tapi ternyata mala mini aka nada pertandingan Big Match dari tim kesukaan anda. Anda mengerti bahwa menonton bola hingga larut akan membuat pekerjaan anda terbengkalai, tapi disatu sisi, anda harus menonton pertandingan itu. Mana yang akan anda pilih? Deadline atau menonton bola?



You’re a Free Human

Pertama, anda adalah manusia. Kedua, apakah anda adalah manusia yang terikat (budak) atau manusia yang bebas? Tentu saja, jawaban dari pertanyaan tersebut ada dalam diri anda. Ada dalam kehidupan anda sehari-hari.

Sejatinya kita adalah manusia yang bebas. Bebas dalam hal apa? Bebas dalam hal menentukan pilihan. Dari pilihan-pilihan yang sudah saya tawarkan diatas, tentu saja anda bebas memilih. Apakah anda ingin datang ke pesta atau anda lebih memilih untuk lembur kerja atau anda lebih memilih menonton bola dibanding mengerjakan deadline. Itu adalah pilihan anda sebagai manusia yang bebas.

Pada hakikatnya, setiap manusia itu bebas. Hanya saja, sebagian dari kita adalah korban dari lingkungan. Apa maksudnya? Artinya kita terpengaruh lingkungan, kita terpaksa ‘mengikuti’ lingkungan ketimbang ‘memberi’ pengaruh kepada lingkungan. Kita membiarkan diri kita ‘dipengaruhi’ oleh lingkungan bukannya ‘mempengaruhi’ lingkungan.

Terkadang kita membiarkan diri kita dikendalikan oleh orang lain. Kita membiarkan diri kita terbully oleh ocehan orang lain tentang diri kita. Kita membiarkan orang lain mempengaruhi kita dengan ejekan-ejekan mereka. Padahal, kita adalah manusia yang bebas. Kita bebas untuk tidak mendengarkan omongan-omongan mereka (ejekan yang buruk). Kita bebas untuk menghiraukan itu, kita bebas untuk melepaskan diri dari bully-an orang lain, because we are a FREE HUMAN!



Tapi, Dunia Memiliki Hukum Alam

Sebagai manusia yang bebas ternyata tak membuat segalanya menjadi menyenangkan. Ya, terlepas dari kebebasan, disana ada hukum lain yang bermain. Jika hukum pertama mengatakan bahwa anda adalah manusia yang bebas. Maka hukum kedua menyatakan bahwa hukum pertama memiliki hubungan erat dengan hukum alam. Apa itu hukum alam?
Setiap aksi yang kita lakukan terhadap alam tentunya akan diberikan reaksi sesuai dengan aksinya. Jahat diberi jahat dan baik diberi baik. Dalam kebebasan, ada hukum alam yang bermain. Sederhananya, anda bebas memilih pilihan anda, tapi anda TIDAK BEBAS untuk menentukan konsekuensinya, anda tak bebas untuk menentukan reaksi yang muncul.
Contoh, anda memilih untuk menjadi seorang pecandu narkoba, tapi disamping itu anda ingin menghendaki bahwa diri anda sehat. Bisakah? Saya rasa tidak, seorang pecandu narkoba sangat mustahil untuk memiliki tubuh yang sehat, berdasarkan fakta di lapangan, para pecandu narkoba adalah orang-orang yang sakit secara fisik dan jiwanya. Jadi, anda bebas menentukan tindakan yang anda lakukan, tapi anda tak bebas untuk menentukan konsekuensinya.
Setiap tindakan yang kita lakukan selalu memiliki konsekuensi. Setiap konsekuensi ditentukan oleh sang pencipta, jika tindakan anda baik maka akan berbuah baik, jika tindakan anda buruk maka akan berbuah buruk. Jadi, pada akhirnya anda harus menentukan pilihan yang berbuah baik.


Jadi, Apa Pilihanmu?

Sekarang, anda memiliki dua hukum. Hukum pertama mengatakan jika anda adalah manusia yang bebas. Hukum kedua mengatakan bahwa anda terikat dengan aturan alam. Jadi, anda perlu berhitung dan berpikir untuk menentukan pilihan anda. Jangan sampai pilihan anda berbuah keburukan sehingga anda hanya hidup dalam penyesalan dan kesialan. Jadi, bagaimana pilihan anda sekarang?

Pertama, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita perlu berpedoman pada ajaran Tuhan atau apa yang kita sebut sebagai agama. Saya yakin bahwa apapun agamanya, baik itu islam, Kristen, hindu, budha atau lainnya, pasti selalu mengajarkan kebaikan. Oleh karena itu, orientasi terhadap ajaran agama itu penting. Itu pedoman anda kedepannya dan pilihan yang anda pilih harus sejalan dengan ajaran agama yang anda anut.

Kedua, kita adalah makhluk sosial. Di samping kepentingan diri sendiri, anda harus mendahulukan kepentingan orang lain. Contoh, anda bekerja di sebuah perusahaan, hari ini anda diminta lembur, tapi di satu sisi, teman anda mengajak anda untuk bersenang-senang di sebuah pesta. Mana yang akan anda pilih? Di satu sisi, anda membutuhkan kesenangan (kepentingan sendiri) tapi di satu sisi anda dibutuhkan untuk lembur (kepentingan orang lain), saran saya pilihlah untuk lembur. Memang melelahkan, tapi meringankan beban orang lain itu lebih mulia rasanya dibanding meringankan beban diri sendiri.

Ketiga atau terakhir, buatlah pilihan dengan kesalahan seminimal mungkin. Jangan sampai pilihan anda mengandung kesalahan dan penyimpangan. Memang, pada akhirnya manusia tidak terlepas dari salah, tapi saya yakin bahwa manusia bisa meminimalisir kesalahan itu dengan hati-hati dalam memilih. Gunakan pedoman yang ada sehingga pilihan anda bisa tetap berada di jalan yang benar dan tepat pada sasaran.


Pada Akhirnya……

Hukum pertama : Anda adalah manusia yang bebas dan Hukum kedua : ada hukum alam yang bermain.

Pada akhirnya anda harus berhati-hati dan siap menerima konsekuensi (timbal balik) dari setiap pilihan yang anda buat. Pada akhirnya andalah penerima konsekuensi itu dan anda tidak bisa menghindari konsekuensi itu. Pada akhirnya, kebijaksanaan anda-lah yang akan membimbing anda untuk memilih pilihan yang tepat.

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Pradhipta8 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑