Institut Pertanian Bogor, Alhamdulillah ada kesempatan
untuk menuntut ilmu disini, di sebuah kampus yang fokus pada bidang pertanian.
Awal masuk sebenarnya ada rasa bingung di benak hati, salah satu rasa bingung
yang paling besar adalah perbedaan kultur yang begitu mendalam, alias perbedaan
budaya yang begitu terasa disini, sebab banyak mahasiswa/I disini berasal dari
daerah yang bermacam-macam. Saya berasal dari Jakarta, tapi percaya atau tidak,
populasi orang Jakarta disini bisa dikatakan
sedikit disbanding populasi orang Jakarta di universitas lain.
Yang biasanya ngomong gue lu ke orang lain, kini bisa
berubah menjadi aku – kamu untuk sementara waktu, tergantung lawan bicaranya
orang mana, disini sejujurnya saya sempat kaget, saya baru saja mengalami culture shock. Bayangkan aja, dari
berbagai daerah di pelosok negeri, saya harus berhadapan dengan kebudayaan yang
berbeda-beda.
Walaupun mengalami culture
shock tapi bukan berarti saya langsung minggat dari IPB, haha, nggak sama
sekali, justru saya tertarik, bahkan beberapa kali kalau saya jalan pagi di IPB
saya masih gak kebayang bisa kuliah disini, di kampus yang kini berada di
peringkat ketiga berdasarkan Kemenristek.
Culture shock-pun
terjadi juga di tingkat kelas, menurut saya ini yang paling berat, saya sedikit
ragu untuk menggunakan kosa kata ‘anak gaul’
Jakarta, Yang bikin saya shock sebenernya adalah, ketika SMA saya dan
teman-teman sering menggunakan GUE – LU dalam memanggil satu sama lain, tapi
disini? Waduh, harus disaring, kebanyakan memakai AKU – KAMU. Gak masalah sih
sebenernya,cuman…..Yah tau di Jakarta kata AKU – KAMU adalah sesuatu yang
langka yang hanya bisa diucapkan sesame pasangan atau antara cewek – cewek yang
bersahabat.
Dan itulah alasan, demi memperendah tingkat culture shock, diadakanlah sebuah acara
kumpul-kumpul kelas, atau dinamai GALASPOL (Gathering Kelas P08). Kebetulan
saya masuk di kelas P08 yang notabenya adalah orang-orang yang unik.
Bertempat di bata merah, jam 16.00 kami janjian untuk
ketemuan, tapi karena ada kendala, akhirnya acara diundur jadi jam 16.30 dan
baru bisa dimulai di jam segitu. Acara ini lebih bertujuan kepada perkenalan
antara satu sama lain, biar gak canggung hehe.
Acara diawali oleh pembukaan dari 3 MC super heboh yang
asik didepan, yakni Repes, Dewi dan Fres. 3 orang ini adalah pembawa acara yang
heboh, didepan heboh sendiri hahaha. Tapi tentunya acara gak akan seru kalau
mereka gak heboh ngahaha :D
Setelah pembukaan, seperti biasa, biar acara makin
varokah, ada pembacaan tilawah dari seorang lelaki perantau dari pulau Sumatra,
yakni Furqon. Setelah pembacaan tilawah ada sedikit sambutan dari ketua
acaranya, namanya Joko, sebenernya ini bagian paling gak jelas, soalnya saya
gak tau apa yang dia sampein haha. *Maaf ya Jok*
Setelah itu ada sesi sharing dari Kakak Tingkat dari
angkatan 51, satu tahun diatas kami, mereka sharing seputar pelajaran di
tingkat PKU ini (Program Kompetensi Umum). Sharingnya lebih berasa seperti
ngobrol, sebab ini dadakan haha. Setelah sesi sharing ada sesi games nih yang
dipimpin oleh 3 MC kondang kita, Repes, Dewi dan Fres. Gamesnya sederhana,
yakni perkenalan kedepan. Jadi tiap orang perkenalan, tapi orang yang udah
perkenalan kedepan harus menunjuk 5 temannya untuk perkenalan, simple sih tapi
berkat pembawaan 3 MC heboh yang sudah saya sebutkan namanya, akhirnya
permainan serasa seru, banyak canda tawa disana.
Setelah permainan, seperti biasa, ada sesi yang ditunggu
yakni sesi FOTO! Ini adalah sesi yang paling di tunggu, berbekal Chandra
sebagai fotografer, kami mengabadikan momentum awal pertemuan ini. Awalnya
adalah sesi formal, tapi lama-kelamaan berubah menjadi sesi informal haha, tapi
gak apa-apa.
Sudah capek foto, ya sudah, akhirnya kami makan-makan
sederhana, makan-makan kecil kayak keripik dan sebangsanya, serta makanan yang
enakan dikit yakni martabak manis :D Disini semua orang pada berebutan, serasa
udah gak makan selama seminggu. Layaknya orang ngantri sembako, pengambilan
martabak berlangsung ricuh.



0 komentar:
Posting Komentar