Hidup
itu bukan hanya sekedar hidup, kalau kita hanya sekedar hidup, babi hutan-pun
juga hidup. Ya, begitulah kata-kata bijak dari Buya Hamka, kalau kita hanya
sekedar hidup ya babi hutan-pun juga hidup, atau kalau kita hanya sekedar hidup
ya kita gak berbeda jauh sama babi hutan.
Sebagai
manusia tentunya kita pasti memiliki tujuan, bener gak? Nah, dan dalam meraih
tujuan itu banyak sekali yang bilang bahwa kita harus menjadi pribadi yang
OPTIMIS dalam segala hal, bener gak? Tapi, apa sih sebenernya arti optimis itu?
Berdasarkan
situs www.wikipedia.org ,Optimis adalah paham
keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan dan sikap selalu
mempunyai harapan baik dalam segala hal.
Atau
bahasa simpelnya OPTIMIS itu adalah KEYAKINAN BAIK, selalu punya keyakinan akan
suatu hal, kalau dia menginginkan sesuatu, lalu ia melakukan A, maka dia akan
yakin bahwa perlikunya itu akan berhasil mengantarkannya meraih tujuannya.
Tapi...........
Seringkali
kita mendengar “gue udah optimis juga, tapi hasilnya kok gak sesuai ekspetasi
ya” atau perkataan yang mirip-mirip lah kayak gitu. Banyak yang optimis tapi
ternyata hasilnya loyo, gak sebanding dengan keoptimisan mereka. Sehingga tak
sedikit orang yang bilang bahwa OPTIMIS itu merugikan, mending pesimis, soalnya
kalo hasilnya diatas ekspetasi bisa bikin girang.
Kenapa
OPTIMIS bisa merugikan? Menurut saya, ada 3 hal kenapa optimis itu merugikan :
1.
OPTIMIS tapi lupa berusaha dan berdoa
Banyak
orang BILANGnya sih OPTIMIS, tapi mereka gak berusaha ataupun berdoa, alhasil
OPTIMIS itu sekedar kata-kata, indah di mulut tapi tak indah di perbuatan,
sehingga seringkali hasil yang kita raih tak sesuai dengan ekspetasi.
Walaupun
sudah optimis, ya, bukan berarti kita tak berbuat, bukan berarti kita tak
berjuang, bukan berarti kita tak memanjatkan doa. Jangan sampai OPTIMIS itu
hanya berhenti di lidah, tapi tak naik ke perbuatan, karena kalau begitu,
OPTIMIS itu sama saja bohong, jangan jadi orang OPTIMIS tapi MALAS.
2.
Udah USAHA lupa berdoa
Banyak
orang-orang OPTIMIS, udah berusaha keras juga, tapi sayang, mereka lupa berdoa,
karena terlalu banyak usaha alhasil lupa berdoa, lupa mendekatkan diri kepada
sang pencipta.
Berdoa
merupakan sesuatu yang istimewa, khasiatnya luar biasa bermanfaat, jadi jangan
lupakan berdoa, sisihkan waktu untuk berdoa, jangan tunggu sampai anda punya
waktu untuk berdoa. SISIHKANlah waktu untuk berdoa, jangan menunggu sampai anda
punya waktu yang tepat untuk berdoa.
3.
Doa Kuat Tapi Lupa Usaha
Ini
penyakit lagi, udah berdoa, udah menyisihkan waktu buat berdoa, tapi gak
berusaha. Nah, lumayan banyak nih kasus begini, berdoa memang istimewa, tapi
bukan berarti berdoa melulu tapi gak berbuat, karena yang bisa mengubah dengan
cepat itu adalah perbuatan.
Kalau
yang mengubah itu perbuatan, berarti Doa gak penting dong? Jelas penting, doa
itu mempermudah perbuatan kita, mempermudah segala urusan kita, memperjelas
target kita, mempercepat perjalanan kita, jadi dengan doa semua jadi terasa
lebih mudah.
Diatas
adalah 3 hal yang menurut saya jadi penyakit buat orang-orang optimis. Tak
sedikit orang yang OPTIMIS itu hanya indah di mulut tapi lupa di perbuatan,
sehingga mereka adalah OPMA alias OPTIMIS tapi MALAS, hehe.
Nah,
bagaimana cara mengobati 3 penyakit itu? Buat saya ada 3 hal yang harus kita
ketahui, mungkin ini juga bisa jadi obat buat yang lain hehe, berikut 3 obatnya
:
1.
OPTIMIS itu tak mengenal berhenti dalam berusaha dan berdoa
OPTIMIS
itu tak sekedar indah di lidah, tapi harus diindahkan juga lewat perbuatan,
USAHA dan DOA. Jangan jadi pemuda optimis tapi lupa berusaha dan berdoa, pemuda
optimis itu tak kenal lelah dalam berusaha dan berdoa.
Berusaha-pun
jangan setengah-setengah, jangan berhenti di tengah jalan, karena yang berhenti
di tengah jalan pasti gak sampe tujuannya, berdoa-pun jangan nunggu waktu yang
pas, tapi sisihkanlah waktu untuk berdoa. Setuju?
2.
Siapkan relung kekecewaan
Pemuda
optimis itu selalu siap dengan hasil yang ia dapat, sekalipun hasilnya tak
sesuai ekspetasi, dia-pun juga sudah siap. Sekalipun hasilnya mengecewakan,
dia-pun tak berhenti berusaha dan berdoa.
Pemuda
optimis itu sudah menyiapkan relung kekecewaan, jadi sekalipun hasilnya
mengecewakan, itu bukan isyarat untuk menyerah, melainkan isyarat untuk berbuat
lebih baik lagi.
3.
Berpikir Positif
Berpikir
Positif adalah aspek optimis, masih ingat bahwa optimis itu merupakan keyakinan
yang baik? Nah, sudahkan kitam menerapkannya sebagai pemuda optimis?
Berpikir
positif itu perlu,sebab berpikir positiflah yang membuat kita berbuat, kalau
kita mau mendapat nilai 9 di pelajaran matematika, maka kita harus punya
pikiran positif dulu bahwa kita bakal bisa meraihnya, baru kita berbuat, bener
gak? Sadar gak sadar pasti kita berpikir positif dulu baru berbuat.
Berpikir
positif juga dipraktekan ketika kita mendapat hasil yang mengecewakan, itu
tanda bahwa kita harus berjuang lebih keras, itu tanda bahwa itu adalah hasil
yang terbaik, dan pasti akan ada pelangi di hasil yang jelek itu.
Berpikir
positif itu indah bukan? So, praktekanlah.
Nah,
udah longpost nih kayaknya, jadi kita sudahi saja artikel ini, semoga membantu,
jika bermanfaat silahkan disebar, biar yang lain merasakan juga manfaatnya,
hehe. Wassalamu’alaykum wr.wb.


0 komentar:
Posting Komentar