Selasa, 04 Agustus 2015

OPMA!



Hidup itu bukan hanya sekedar hidup, kalau kita hanya sekedar hidup, babi hutan-pun juga hidup. Ya, begitulah kata-kata bijak dari Buya Hamka, kalau kita hanya sekedar hidup ya babi hutan-pun juga hidup, atau kalau kita hanya sekedar hidup ya kita gak berbeda jauh sama babi hutan.

Sebagai manusia tentunya kita pasti memiliki tujuan, bener gak? Nah, dan dalam meraih tujuan itu banyak sekali yang bilang bahwa kita harus menjadi pribadi yang OPTIMIS dalam segala hal, bener gak? Tapi, apa sih sebenernya arti optimis itu?

Berdasarkan situs www.wikipedia.org ,Optimis adalah paham keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan dan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal.

Atau bahasa simpelnya OPTIMIS itu adalah KEYAKINAN BAIK, selalu punya keyakinan akan suatu hal, kalau dia menginginkan sesuatu, lalu ia melakukan A, maka dia akan yakin bahwa perlikunya itu akan berhasil mengantarkannya meraih tujuannya.

Tapi...........

Seringkali kita mendengar “gue udah optimis juga, tapi hasilnya kok gak sesuai ekspetasi ya” atau perkataan yang mirip-mirip lah kayak gitu. Banyak yang optimis tapi ternyata hasilnya loyo, gak sebanding dengan keoptimisan mereka. Sehingga tak sedikit orang yang bilang bahwa OPTIMIS itu merugikan, mending pesimis, soalnya kalo hasilnya diatas ekspetasi bisa bikin girang.

Kenapa OPTIMIS bisa merugikan? Menurut saya, ada 3 hal kenapa optimis itu merugikan :

1. OPTIMIS tapi lupa berusaha dan berdoa

Banyak orang BILANGnya sih OPTIMIS, tapi mereka gak berusaha ataupun berdoa, alhasil OPTIMIS itu sekedar kata-kata, indah di mulut tapi tak indah di perbuatan, sehingga seringkali hasil yang kita raih tak sesuai dengan ekspetasi.

Walaupun sudah optimis, ya, bukan berarti kita tak berbuat, bukan berarti kita tak berjuang, bukan berarti kita tak memanjatkan doa. Jangan sampai OPTIMIS itu hanya berhenti di lidah, tapi tak naik ke perbuatan, karena kalau begitu, OPTIMIS itu sama saja bohong, jangan jadi orang OPTIMIS tapi MALAS.

2. Udah USAHA lupa berdoa

Banyak orang-orang OPTIMIS, udah berusaha keras juga, tapi sayang, mereka lupa berdoa, karena terlalu banyak usaha alhasil lupa berdoa, lupa mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Berdoa merupakan sesuatu yang istimewa, khasiatnya luar biasa bermanfaat, jadi jangan lupakan berdoa, sisihkan waktu untuk berdoa, jangan tunggu sampai anda punya waktu untuk berdoa. SISIHKANlah waktu untuk berdoa, jangan menunggu sampai anda punya waktu yang tepat untuk berdoa.

3. Doa Kuat Tapi Lupa Usaha

Ini penyakit lagi, udah berdoa, udah menyisihkan waktu buat berdoa, tapi gak berusaha. Nah, lumayan banyak nih kasus begini, berdoa memang istimewa, tapi bukan berarti berdoa melulu tapi gak berbuat, karena yang bisa mengubah dengan cepat itu adalah perbuatan.

Kalau yang mengubah itu perbuatan, berarti Doa gak penting dong? Jelas penting, doa itu mempermudah perbuatan kita, mempermudah segala urusan kita, memperjelas target kita, mempercepat perjalanan kita, jadi dengan doa semua jadi terasa lebih mudah.


Diatas adalah 3 hal yang menurut saya jadi penyakit buat orang-orang optimis. Tak sedikit orang yang OPTIMIS itu hanya indah di mulut tapi lupa di perbuatan, sehingga mereka adalah OPMA alias OPTIMIS tapi MALAS, hehe.

Nah, bagaimana cara mengobati 3 penyakit itu? Buat saya ada 3 hal yang harus kita ketahui, mungkin ini juga bisa jadi obat buat yang lain hehe, berikut 3 obatnya :

1. OPTIMIS itu tak mengenal berhenti dalam berusaha dan berdoa

OPTIMIS itu tak sekedar indah di lidah, tapi harus diindahkan juga lewat perbuatan, USAHA dan DOA. Jangan jadi pemuda optimis tapi lupa berusaha dan berdoa, pemuda optimis itu tak kenal lelah dalam berusaha dan berdoa.

Berusaha-pun jangan setengah-setengah, jangan berhenti di tengah jalan, karena yang berhenti di tengah jalan pasti gak sampe tujuannya, berdoa-pun jangan nunggu waktu yang pas, tapi sisihkanlah waktu untuk berdoa. Setuju?

2. Siapkan relung kekecewaan

Pemuda optimis itu selalu siap dengan hasil yang ia dapat, sekalipun hasilnya tak sesuai ekspetasi, dia-pun juga sudah siap. Sekalipun hasilnya mengecewakan, dia-pun tak berhenti berusaha dan berdoa.

Pemuda optimis itu sudah menyiapkan relung kekecewaan, jadi sekalipun hasilnya mengecewakan, itu bukan isyarat untuk menyerah, melainkan isyarat untuk berbuat lebih baik lagi.

3. Berpikir Positif

Berpikir Positif adalah aspek optimis, masih ingat bahwa optimis itu merupakan keyakinan yang baik? Nah, sudahkan kitam menerapkannya sebagai pemuda optimis?

Berpikir positif itu perlu,sebab berpikir positiflah yang membuat kita berbuat, kalau kita mau mendapat nilai 9 di pelajaran matematika, maka kita harus punya pikiran positif dulu bahwa kita bakal bisa meraihnya, baru kita berbuat, bener gak? Sadar gak sadar pasti kita berpikir positif dulu baru berbuat.

Berpikir positif juga dipraktekan ketika kita mendapat hasil yang mengecewakan, itu tanda bahwa kita harus berjuang lebih keras, itu tanda bahwa itu adalah hasil yang terbaik, dan pasti akan ada pelangi di hasil yang jelek itu.

Berpikir positif itu indah bukan? So, praktekanlah.


Nah, udah longpost nih kayaknya, jadi kita sudahi saja artikel ini, semoga membantu, jika bermanfaat silahkan disebar, biar yang lain merasakan juga manfaatnya, hehe. Wassalamu’alaykum wr.wb.



Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Pradhipta8 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑