Suatu
hari saya sedang bosen, biasanya kalau bosen saya liat film, cuman koleksi film
udah gak ada lagi, udah saya tonton semua, biasanya saya nonton lagi film yang
udah saya tonton, cuman hari itu saya bosen maksimal. Kalau udah kayak gini
biasanya saya liat video di Youtube, nah, biasanya saya suka liat video
lagu-lagu, Muse, Linkin Park, Avenged, atau yang lainnya yang bergenre
Alternative, Metal, Rock dan Pop, ya pokoknya lagu yang enak didenger deh,
kalau saya gak ngeliat music video, biasanya saya liat Stand Up Comedy
Indonesia (SUCI) yang biasa ada di channel Kompas TV *malah curhat*.
Oke,
tapi keadaannya waktu itu bener-bener bosen, gak tau mau liat video apaan, udah
setel video musik tapi bete, setel video SUCI tetep sama, alhasil saya liat
video asal-asalan aja dan kebetulan saya nemu lagu yang enak di denger, apa
itu? *JENG JENG JENG JENG* Penasaran? Silahkan tunggu sehabis iklan berikut
*oke gak lucu*
Lagu
yang saya temuin itu adalah lagunya band asal Irlandia, ada yang tau? Genrenya
Rock, ada yang tau? Oke karena gak ada yang tau jadi nama Band-nya adalah The
Script, nah yang ini ada yang tau? Pasti tau dong, mana suara penggemar The
Script?
Judul
lagu yang gak sengaja saya temuin itu adalah Hall Of Fame, ini merupakan single
dari album ketiga mereka yang berjudul #3 yang rilis tanggal 10 September 2012,
Hall Of Fame ini merupakan kolaborasi antara The Script dengan penyanyi Hip-hop
asal AS, Will.I.Am.
Lagunya
enak didenger menurut saya, lantunan piano di awal membuat emosi pendengarnya
naik-turun, tapi, tapi bukan lagu yang menjadi daya kertetarikan saya,
melainkan Video klip-nya, buat saya video klipnya menginspirasi banget, dan
ketika saya lihat liriknya, yah, liriknya juga menginspirasi dan membangkitkan
semangat. Buat yang belum liat videonya bisa diliat di Youtube, hehe.
Oke,
lanjut lagi, kalo diliat dari video klipnya Hall of Fame, kita bakal liat kisah
2 orang yang berbeda, seorang cowok dan seorang wanita, sekilas mereka berdua
berbeda, yang satu cowok dan yang satu cewek, yang satu tinggal sama emaknya
yang satu tinggal sama babehnya, yang satu hidup dalam keserdehanaan dan yang
satu hidup dalam keadaan lebih, yang satu pengen jadi petinju dan yang satu
pengen jadi penari balet, gak ada yang sama bukan? Eits, tunggu dulu, dari
semua yang berbeda itu ada satu hal yang sama, apa itu? Mereka sama-sama
berusaha untuk meraih impian mereka.
Yap,
mereka berdua punya tujuan, yang satu pengen jadi petinju dan yang satu pengen
jadi penari balet hebat, jalan yang mereka tempuh-pun gak enteng. Si cowok, dia
diperlakukan kasar oleh ibunya, bahkan dia di bully oleh teman-temannya, ada
adegan dimana ia digebukin sama temen-temennya dan dia bonyok, lalu dia datang
ke tempat latihan tinju dan berlatih habis-habisan hingga akhirnya ia sempat
menyerah tapi pelatihnya menyemangatinya dan akhirnya jadilah dia seorang
petinju hebat.
Gak
beda jauh, si cewek ingin jadi penari balet yang hebat, dia hidup di bersama
ayahnya dan ayahnya baik sama dia, hanya saja mohon maaf dia tuna rungu (bisu),
tapi demi meraih impiannya dia pergi ke sanggar untuk latihan. Berhenti sampai
situ? Nggak, di sanggar-pun dia menerima tekanan dari temen-temennya yang
normal, seolah si cewek ini diremehkan, akhirnya suatu hari ia berlatih keras,
dan ketika hari audisi tiba, dia sempet gagal walaupun di akhir ia mampu tampil
memukau di depan juri dan tampil di panggung.
Kehidupan
mereka berbeda, cuman mereka punya endurance alias daya tahan serta daya juang
yang tinggi untuk meraih impian mereka sehingga alhasil mereka berdua bisa
meraih impian mereka.
Iseng-iseng
saya liat liriknya, dan saya menemukan beberapa lirik yang menurut saya
menyemangati banget, atau bolehlah dibilang nendang banget, haha.
Yeah, do it for your
people
Do it for your pride
How are you ever
gonna know if you never even try?
Nah,
lirik yang terakhir, “How are you gonna know if you never even try?” , saya gak
jago bahasa Inggris cuman kurang lebih artinya “Bagaimana kau tau jika kau tak
pernah mencoba?”. Yaps, bagaimana kita tau hasilnya, kalau bahkan kita gak
pernah mencoba? Inilah yang jadi penyakit anak jaman sekarang, belum dicoba
udah berprasangka aneh, selama apa yang dilakuin itu baik, cobalah, kecuali
kalau yang dilakuin itu buruk, seperti mencuri, yah kalau itu jangan dicoba
hehe.
You can break rocks
You can be a master
Don't wait for luck
Lirik
lainnya adalah, Don’t wait for luck, alias Jangan Nunggu Keberuntungan, ini
lirik yang paling saya suka. Ya, keberuntungan itu bukan datang dengan
sendirinya, melainkan keberuntungan itu kita yang nyamperin, jadi, jangan
pernah nunggu keberuntungan, tapi berusahalah dan berdoalah maka keberuntungan
akan datang dengan sendirinya.
Yeah, you can be
the greatest
You can be the best
You can be the King Kong
banging on your chest
Ini
merupakan lirik di awal-awal, saya sengaja kasih acak, hehe. Lirik terakhir
yang menurut saya menjadi penyemangat adalah lirik diatas, Anda bisa jadi yang
terbaik! Tentu saja bisa, kita bisa jadi yang terbaik, jika kita berusaha yang
terbaik, tapi kita gak bisa jadi yang terbaik jika usaha kita
setengah-setengah. Tapi perlu diingat, silahkan jadilah yang terbaik, tapi
jangan sampai menimbulkan kesombongan, anda boleh jadi yang terbaik di mata
orang lain, tapi jangan pernah menjadi yang terbaik dimata anda sendiri, karena
kalau udah jadi yang terbaik di mata sendiri, itu bisa menyebabkan hidup
stagnan dan gak berkembang, lho kenapa? Karena kalau udah merasa yang terbaik
artinya kita udah oke banget, gak perlu belajar lagi, padahal belajar itu dari
berojol sampai liang lahat, hehe.
Oke,
sekian dari saya, semoga bermanfaat nih, oh iya, tentu saja tidak semua lirik
bisa diserap, sebab menurut saya ada beberapa lirik yang tidak harus
dipelajari. Silahkan di share jika bermanfaat, kalau ada kritikan atau komentar
silahkan tulis di kolom komentar, hehe.

0 komentar:
Posting Komentar